Kepala UPTD Terminal Dishub Sidoarjo Fatkhul Aziz mengatakan, rencana itu sudah berulang kali dibahas. Bahkan, studi kelayakan sudah dilakukan.
"Kami berupaya berinovasi, ada ide mengembangkan potensi yang ada di terminal tapi tetap sesuai aturan yang ada," katanya.
Ada sejumlah alasan Dishub Sidoarjo berencana membuat wajah baru di Terminal Porong. Pertama, karena pandemi, angkutan juga terimbas. Hasilnya, penumpang tidak seramai dulu. Kedua, jumlah angkutan juga menurun.
"Sayang kalau hanya mengacu ke segmen angkutan saja," ungkapnya.
Dirinya menjelaskan, di terminal ada dua fasilitas. Yakni, fasilitas utama dan penunjang. Fasilitas utama meliputi jalur angkutan, shelter, ruang tunggu, dan tempat istirahat sopir. Sedangkan fasilitas penunjang seperti kios, toko dan lainnya.
Kenapa terminal Porong yang dipilih untuk dikembangkan? Alasannya, karena terminal itu ada di pintu masuk Sidoarjo. Lokasinya juga luas. Sekitar 9 ribu meter persegi.
Selain itu, tak jauh dari wisata lumpur Sidoarjo bahkan wisata bahari Tlocor. Porong juga terkenal dengan UMKM Sayangan. Banyak masyarakat Porong yang punya usaha Sayangan. Masyarakatnya juga gemar olahraga. "Hasil surveynya seperti itu," katanya.
Rencananya Terminal Porong akan dibangun sampai lima lantai. Rinciannya, lantai 1 sebagai terminal. Lantai 2 untuk menyediakan tempat bagi para pelaku UMKM dan masyarakat sekitar.
Lantai 3, berisi pertokoan. Bisa dibilang semi mal. Lantai 4, gedung pertemuan. Bisa dipakai untuk hajatan nikah, rapat, dan lainnya. "Pemda juga bisa pakai itu," katanya. Selama ini, warga juga kerap sudah mencari tempat yang representatif untuk pertemuan besar," urainya.
Di lantai 4 itu, ada juga fasilitas olahraga. Bola voli maupun bulutangkis. Lantai 5, dijadikan tempat parkir atas. Mirip di mal-mal besar di Surabaya. "Sebutannya, terminal tipe C plus," kata Aziz.
Nantinya, juga bakal ramah wisatawan. Semua wisatawan yang akan ke Tlocor dan wisata lumpur Sidoarjo, diarahkan masuk ke Terminal Porong. Lengkap. Ada angkutan khusus yang mengantar dari Terminal Porong ke tempat wisata.
Jadi, ada pemberdayaan angkutan sekitar. Kalau perlu jalur air, juga bisa disiapkan. Bisa dengan membangun dermaga di Porong. Sehingga, wisatawan bakal naik perahu dari dermaga Porong ke Tlocor. (rpp/vga) Editor : Vega Dwi Arista