Selasa (31/8), Dishub Sidoarjo juga telah melakukan joint inspection ke sejumlah titik yang akan dipasang EWS. Pengecekkan bersama itu dilakukan dengan perwakilan pihak KAI Daop 8 dan perwakilan Dishub Provinsi Jatim.
"Untuk menyelaraskan program," kata Kepala Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Dishub Sidoarjo, Rizal Asnan.
Ada sejumlah titik yang direncanakan akan dipasang EWS. Di antaranya, di Desa Bringinbendo, Taman, Desa Kendalsewu dan Desa Klantingsari, Tarik. Dusun Guyangan Desa Suketi serta Desa Kemantren, Tulangan. Desa Kedungsugo, Prambon, Desa Jati Alun-Alun, Prambon, dan Desa Kepunten Tulangan.
EWS menjadi penting karena masih banyak perlintasan kereta api (KA) di Sidoarjo yang belum dilengkapi palang pintu. Seperti di Kelurahan Pucang, ataupun Desa Klantingsari Tarik.
Rizal menambahkan, pengecekan bersama itu untuk memastikan pemasangan EWS dapat selaras. Misalnya dengan rencana double track dari pihak Daop 8.
“Jangan sampai EWS yang dipasang malah dibongkar karena ada proyek baru,” ujarnya.
EWS merupakan peralatan yang dirancang mampu mendeteksi jika ada KA yang akan melintas. Kemudian memberikan peringatan dini berupa sinyal atau lampu serta suara sirine untuk memperingatkan masyarakat yang akan melintas di perlintasan sebidang. Alat tersebut biasanya memanfaatkan solar cell sebagai sumber daya.
“Dengan pemasangan EWS diharapkan dapat semakin menekan kecelakaan lalu lintas. Khususnya yang melibatkan pengendara dan KA,” ujarnya.
Rizal menambahkan, munculnya pemukiman baru masyarakat juga menimbulkan kebutuhan akses jalan baru. Tidak sedikit juga harus melintasi rel KA yang itu belum ada palang pintunya.
"Tiap tahun biasanya memang ada penambahan perlintasan tak berpalang. Kami akan terus mengupayakan EWS dengan ketersediaan anggaran yang ada," imbuh Rizal. (son/vga) Editor : Vega Dwi Arista