Upacara pengibaran bendera dengan jumlah peserta terbatas itu dilaksanakan tepat pukul 10.17. Sengaja agar lebih khidmat dalam mengenang detik-detik proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam upacara itu juga dilakukan mengheningkan cipta sejenak. Tujuannya untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan kemerdekaan yang telah gugur.
"Momentum seperti ini masyarakat perlu untuk upacara. Paling tidak menghentikan kegiatan sejenak. Untuk mengenang jasa para pahlawan," kata BHS.
Selepas upacara, BHS dan tim juga langsung membagikan bingkisan sembako kepada tukang becak. Hal itu sebagai bentuk kepedulian kepada mereka yang kekurangan secara ekonomi. "Harapannya mereka bisa ikut bahagia di hari peringatan kemerdekaan," imbuhnya.
Anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra itu menambahkan, peringatan hari kemerdekaan semestinya juga dilaksanakan seluruh masyarakat Indonesia. Khususnya di Sidoarjo dengan didukung dari pemerintah daerah setempat.
Sehingga gebyar peringatan hari kemerdekaan itu akan lebih terasa dan menggema. BHS menilai gebyar itu masih kurang nampak di Sidoarjo. Contohnya adalah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Sidoarjo yang masih sepi umbul-umbul sebelum dirinya berziarah ke lokasi itu.
Karena itulah, BHS pada Senin (16/8) lalu ikut menyumbangkan sejumlah umbul-umbul dan bendera saat berziarah ke TMP di Jalan Pahlawan itu.
"Gebyar harus tetap ada, namun dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," sambungnya.
Bos PT Dharma Lautan Utama (DLU) itu mengharapkan masyarakat untuk meneruskan perjuangan mengisi kemerdekaan. Utamanya saat pandemi saat ini, masyarakat perlu gotong-royong untuk bangkit agar bangsa Indonesia terbebas dari pandemi Covid-19.
Selain upacara, BHS bersama tim juga telah banyak melaksanakan kegiatan dalam peringatan hari kemerdekaan. Mulai dari donor darah, ziarah makam pahlawan dan pembagian bantuan sosial.
Wahyudin, salah satu Kordinator Tim BHS Peduli menambahkan, momentum peringatan hari kemerdekaan dapat disyukuri dalam dua hal. Pertama dengan gebyar peringatan seperti pemasangan umbul-umbul dan upacara. Yang kedua adalah dengan mengisi kemerdekaan dengan hal positif.
"Salah satunya bagaimana bahu-membahu untuk bangkit dari pandemi," tuturnya. (son/vga) Editor : Vega Dwi Arista