Usulan itu disampaikan Ketua Harian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono (BHS). Menurutnya, penyekatan itu cukup merepotkan masyarakat yang bergantung pada perputaran transportasi.
"Contohnya ada di Terminal Bungurasih (Terminal Purabaya, Red) penumpangnya turun sampai 90 persen," katanya saat membagikan ribuan paket daging kurban ke sejumlah relawan dan warga, Kamis (22/7).
BHS menerangkan, penggunaan moda transportasi publik sebenarnya lebih memudahkan pemantauan masyarakat daripada penggunaan kendaraan pribadi. Karena itu sudah semestinya untuk transportasi publik diberi kelonggaran dalam penyekatan.
"Industri transportasi tidak boleh kolaps, jangan sampai setelah PPKM mereka (pelaku industri transportasi, Red) tidak punya armada," tururnya.
Dalam kesempatan itu BHS menegaskan, pihaknya juga memperbanyak jumlah pembagian daging kurban karena alasan kepedulian. Untuk tahun ini ada 30 ekor sapi dan 40 ekor kambing yang dikurbankan.
Daging sapi dan kambing itu dibagikan ke sejumlah warga di Surabaya dan Sidoarjo.
"Pedagang hewan kurban juga mengeluh penjualannya anjlok sampai 40 persen," imbuh BHS yang juga Anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra itu.
Menurut BHS, saat pandemi masyarakat juga membutuhkan asupan gizi yang baik. Salah satunya disuplai dari protein dalam daging. Harapannya dengan pembagian daging kurban itu mampu membantu suplai gizi masyarakat.
"Pembagiannya bertahap, untuk hindari kerumunan," pungkas mantan anggota DPR RI itu. (son/vga) Editor : Vega Dwi Arista