Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, Suyarno menjabarkan, permasalahan SDM tentunya menjadi hal yang patut diperhatikan dalam pelaksanaan program. Khusus di PIWK kesiapan SDM di kecamatan dinilai masih kurang. "Tidak semua kecamatan memiliki SDM teknis di bidang perbaikan jalan," katanya.
Hal itu tentu menjadi beban berat bagi eksekutor di lapangan. Perbaikan jalan memang membutuhkan keahlian yang spesifik. Misalnya dalam penentuan bahan hingga langkah perbaikan jalan.
Harapanya faktor SDM menjadi perhatian sendiri. Sehingga program itu dapat berjalan dengan maksimal.
Diketahui, Pemkab Sidoarjo memang tengah menucurkan dana khusus ke kecamatan melalui progran PIWK. Tiap kecamatan menerima porsi anggaran yang berbeda sesuai pengajuan.
Anggaran terbagi dalam tiga pos anggaran. Yakni PIWK saluran atau avoer, PIWK jalan dan PIWK paving. Misalnya saja kecamatan Jabon mendapat kucuran dana PIWK saluran sebesar Rp 140 juta, PIWK jalan Rp 1,180 miliar, dan PIWK paving Rp 100 juta.
Anggaran itu sudah di dok dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2021. Mulai bulan Februari dan Maret kemarin para Camat juga telah turun ke lapangan untuk menambal jalan berlubang di wilayahnya. (son/opi) Editor : Nofilawati Anisa