Sebab May Day tahun ini bertepatan di bulan puasa selain itu mengingat pandemi Covid-19 yang masih terjadi terutama untuk di Sidoarjo.
Terkait keinginan buruh seperti kenaikan upah, yang biasanya disampaikan saat May Day dengan aksi damai turun ke jalan, Pemkab Sidoarjo telah memfasilitasinya melalui pertemuan dengan pihak terkait melalui May Day understanding.
“Sudahlah kita puasa, ibadah saja di rumah. 1 Mei ke depan tetap dirumah. Semua titik temu di dapat dari diskusi,” jelasnya.
Dirinya mengharapkan pertemuan tersebut bisa menjadikan buruh sejahtera, tetapi investor tidak mati. Dan menjadi awal untuk berdiskusi dengan baik, sehingga tujuan stakeholder yang berkepentingan bisa tercapai.
Gus Muhdlor juga mengkhawatirkan jika tahun ini minta kenaikan lagi takutnya investor ini akan lari ke daerah lain yang UMK-nya lebih kecil dibanding Sidoarjo.
Sementara itu ketua DPD SPSI Jawa Timur, Ahmad Fauzi menyampaikan UMK, UMP, UMSK di Jawa Timur tahun ini adalah UMK solutif.
"Maknanya di era pandemi UMK Naik agar UMK, UMP dan UMSK bisa dinikmati oleh masyarakat Jawa Timur. Saya menyampaikan dimana -mana, khususnya dalam 6 bulan terakhir Provinsi Jawa Timur tidak punya hutang,” ungkapnya. (rpp/opi) Editor : Nofilawati Anisa