Di sisi lain, penyekatan akses masuk menuju gereja juga dilakukan. Kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk pengamanan antiteror saat pelaksaan Jumat Agung. Pengamanan yang super ketat itu terus berlangsung hingga pelaksaan Hari Suci Paskah.
"Sejak Kamis (1/4) kami sudah menyebar anggota melibatkan Polsek jajaran untuk melakukan pengamanan gereja," kata Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol. Sumardji.
Di Krembung misalnya, pengamanan juga nampak dilakukan di Gereja Kristen Jawi Wetan di Desa Wonomlati Krembung. Di sana, ada 130 jemaat yang mengikuti ibadat Jumat Agung. Sterilisasi digelar satu jam sebelum ibadat Jumat Agung dimulai.
Petugas nampak memeriksa barang bawaan jemaat yang datang ke gereja. Semenetara itu, ploting personel juga dilakukan di pintu keluar dan masuk dan lokasi parkir selama proses berlangsungnya kegiatan ibadah.
"Ada sekitar 10 orang dari Polri dan TNI yang ikut melakukan pengamanan di gereja saat kegiatan Jumat Agung," kata Kapolsek Krian, Kompol Mukhlason.
Kamis (1/4) malam, pengamanan sudah terlihat dilakukan di Gereja Santa Monika Krian. Sejumlah personel gabungan, hingga relawan juga dilibatkan. Bahkan personel gabungan juga disebar di sejumlah gereja yang ada di Kecamatan Krian.
"Sudah kami sebar, intinya kami ingin ada kenyamanan dan keamanan saat proses pelaksaan ibadat di gereja," kata Kapolsek Krian, Kompol Mukhlason. (far/opi)
Editor : Nofilawati Anisa