Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Daun Mangrove Usir Nyamuk Aedes Aegypti

Nofilawati Anisa • Sabtu, 20 Maret 2021 | 01:00 WIB
PRESTASI: Kelima siswi mempraktikkan cara membuat obat anti nyamuk dari serbuk daun mangrove api-api. RIZKY PUTRI PRATIMI/ RADAR SIDOARJO
PRESTASI: Kelima siswi mempraktikkan cara membuat obat anti nyamuk dari serbuk daun mangrove api-api. RIZKY PUTRI PRATIMI/ RADAR SIDOARJO
Adanya nyamuk Aedes Aegypti penyebab demam berdarah tidak bisa diremehkan. Di saat semua masih fokus memberantas virus Corona, kelima murid di Sidoarjo ini punya perhatian agar penyakit demam berdarah bisa dibasmi.

Rizky Putri Pratimi/Wartawan Radar Sidoarjo

Dengan penelitian, Shabrina Nur Mutia, Almayra Khanza Fahrani, Dinda Tria Kusuma, Nawal Aulia dan Fadyah Aurellia Rahman berhasil menciptakan obat anti nyamuk berbasis diffuser. Kelima siswi ini mengoptimalisasi daun mangrove jenis api-api.

Shabrina Nur Mutia mengaku, temuan ini merupakan obat serbuk dari daun mangrove jenis api-api yang dikeringkan terlebih dahulu. Latar belakang membuat obat nyamuk ini dalam rangka mengingatkan kembali pada masyarakat untuk tetap mewaspadai bahayanya nyamuk demam berdarah. Karena penularannya diduga juga masih terus meningkat.

Pembuatan obat herbal pembasmi nyamuk ini aman bagi lingkungan dan pernafasan manusia dan cukup mudah dibuatnya karena bahan bakunya tidak terlalu sulit.

Terlebih dahulu daun mangrove jenis api-api dikeringkan. Setelah kering ditumbuk hingga halus. Serbuknya ditimbang sesuai takaran yang diinginkan dengan perbandingan 5 miligram serbuk dan 200 miligram air panas. "Kemudian disaring lima kali agar serbuknya hingga tidak menyisakan serbuk kasar,” jelas Shabrina.

Lebih lanjut Fadyah Aurellia menjelaskan, air yang bercampur serbuk anti nyamuk dimasukkan ke dalam alat ultrasonic aroma humidifer elektrik. ”Dari sinilah obat herbal pembasmi nyamuk bisa digunakan dengan mengeluarkan asap tanpa ada afek pada pernafasan maupun lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, ketua riset sekolah Nur Afifah menambahkan adanya obat herbal pembasmi nyamuk dari dedaunan ini, telah dilakukan pengujian keamanannya pada lingkungan maupun pernafasan. “Sudah terbukti karena tidak menggunakan bahan kimia," tegasnya.

Hasil penelitian ini telah diakui di ASEAN Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair 2021. (*/opi) Editor : Nofilawati Anisa
#Murid Berprestasi #Demam Berdarah #Aedes Aegypti #Radar Sidoarjo #ASEAN Innovative Environmental