Kepala BPBD Sidoarjo Dwijo Prawito menjelaskan, selama bulan Januari 2021 bencana alam yang terjadi berupa banjir genangan, angin kencang, abrasi tanggul dan sumber gas.
Banjir terjadi di lima kecamatan yaitu di Kecamatan Tanggulangin di Desa Kedungbanteng, Banjarasri, Banjarpanji, Perumahan Kalitengah, Gempolsari. Kecamatan Gedangan banjir menggenangi Desa Semambung. Di Kecamatan Waru banjir ada di Desa Tropodo, Berbek, Wadungasri, Kepuhkiriman. Kecamatan Sedati banjir menggenangi Perumahan Kepuh Permai dan Raya Juanda Sedati. Kecamatan Porong, di Desa Wunut, Candipari, Pesawahan, Siring, Pamotan, Kedungsolo.
Selanjutnya angin kencang terjadi sebanyak dua kejadian di Desa Candi dan Sugihwaras Kecamatan Candi.
Pada bulan Januari lalu terjadi kejadian abrasi tanggul pada dua titik di Dusun Tegalsari RT 01 RW 08 Desa Kupang Kecamatan Jabon. "Abrasi tanggul selebar masing-masing lima meter," katanya, Jumat (19/2).
Pada bulan lalu juga terjadi kejadian munculnya sumber gas dari dalam tanah pada tanggal 21 Januari 2021 di Desa Kalidawir RT 03 RW 01 Kecamatan Tanggulangin dan melakukan koordinasi dengan PPLS untuk menangani hal tersebut.
"Sedangkan bencana non alam berupa Covid-19, kebakaran, pohon tumbang dan gangguan hewan," lanjut Dwijo.
Kasus Covid-19 di Sidoarjo dari Desember ke Januari meningkat sebesar 13,53 persen. Di Januari 2021, 9.060 orang positif Covid-19 dan pada Desember 2020 masih 7.980 orang positif Covid-19.
Dua kejadian kebakaran yakni 2 Januari dini hari di Desa Pepe RT 2 RW 6 Kecamatan Sedati akibat konsleting listrik. Lalu kejadian kebakaran pada 31Januari di Desa Becirongengor Kecamatan Wonoayu.
Kemudian gangguan hewan atau satwa tercatat sebanyak tujuh kejadian sepanjang Januari. Lalu kejadian pohon tumbang sebanyak sembilan kejadian yang disebabkan oleh hujan lebat disertai angin kencang seperti di Kecamatan Taman, Wonoayu dan Sidoarjo. (rpp/opi) Editor : Nofilawati Anisa