Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Bangun Winarso mengungkapkan, kebijakan penutupan area PKL memang serba dilematis. Di satu sisi peningkatan angka Covid-19 memang tinggi. Hal itu perlu berbagai langkah untuk menekan kerumunan masa.
Namun, di sisi lain masyarakat terutama PKL juga sangat menggantungkan pendapatan dari berjualan. "Kalau bisa jangan terlalu lama penutupannya. Penanganan Covid-19 yang utama, tapi ekonomi jangan sampai terlalu terganggu," terang politikus PAN itu.
Dalam kesempatan itu, Bangun juga mengingatkan agar penertiban protokol kesehatan harus bisa menyeluruh. Artinya tidak hanya terpusat di area GOR, ataupun alun - alun saja. Pusat pusat kerumunan lain juga harus jadi perhatian.
Dari sisi anggaran, DPRD Sidoarjo juga sudah sangat mendukung upaya penanggulangan Covid -19. Salah satunya terkait persetujuan sejumlah pos anggaran yang tidak sedikit guna program tersebut. Mulai dari dukungan dana penanggulangan Covid-19, jaring pengaman sosial, dan penanggulangan dampak ekonomi.
Dari pantauan Radar Sidoarjo, Kamis (28/1) sore, penutupan area PKL di Gading Fajar - Taman Pinang masih belum dilakukan. Nampak sejumlah PKL masih berjualan. Mulai dari pedagang buah, hingga pedagang pakaian. (son/opi) Editor : Nofilawati Anisa