Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sidoarjo, Heri Soesanto menyebut besaran anggaran tiap kecamatan berbeda-beda. Untuk pemeliharaan jalan kabupaten. Kecamatan ada yang mendapat anggaran sebesar Rp 82 juta. Terbesar mendapat anggaran sebesar Rp 2 miliar. Akumulasi anggaran pemeliharaan jalan kabupaten di seluruh kecamatan di Kota Delta senilai Rp 19,5 miliar.
Sementara itu, anggaran PIWK juga teralokasikan untuk pemeliharaan jalan lingkungan. Dengan anggaran sebesar Rp 7,9 miliar. Penerangan Jalan Lingkungan (PJL) hanya untuk satu kecamatan sebesar Rp 120 juta. Serta pemeliharaan afvoer di seluruh kecamatan dianggarkan Rp 10,5 miliar. Sehingga untuk PIWK ini, pemkab mengucurkan dana Rp 38,1 miliar.
Menurut Heri, sudah saatnya kecamatan memiliki wewenang untuk perbaikan infrastruktur. "Sehingga jika ada lubang sebesar 10 cm, bisa langsung ditambal. Tidak menunggu rusak berat lalu dibenahi," ungkapnya. Sehingga dengan PIWK ini pihak kecamatan harus responsif menanggapi permasalahan di wilayah kerjanya.
Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono menegaskan anggaran yang dialokasikan untuk pelayanan publik ini akan ditransfer langsung ke kecamatan mulai bulan Februari 2021. Pria yang akrab disapa Cak Hud itu menyebutkan, kecamatan Gedangan mendapatkan dana Rp 500 juta untuk perbaikan jalan rusak dan sekitar Rp 400 juta untuk pembangunan drainase atau saluran air.
Kecamatan Waru akan mendapatkan dana Rp 1 miliar supaya bisa merespon laporan warga dengan cepat. Dengan uang itu, kecamatan bisa membeli mesin stamper untuk memadatkan jalan dengan cara swakelola. Sehingga, kalau ada masyarakat lapor jalan rusak bisa cepat diperbaiki. “Bisa cepat karena uang sudah kita transfer. Kan biasanya kalau ada laporan kerusakan jalan, penanganannya masih menunggu pencairan dananya,” kata Cak Hud. (rpp/opi) Editor : Nofilawati Anisa