Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo Didik Prasetio mengatakan, sidak dilakukan untuk menggali potensi pendapatan daerah yang ada di Sidoarjo. Karena itulah pasar menjadi salah satu sasaran. "Agar pendapatan daerah maksimal," terangnya, Jumat (18/9).
Namun, sejumlah temuan muncul dalam sidak. Politisi PDIP itu mengungkapkan adanya pasar malam di area terminal Porong. Pasar itu buka pada malam hari. Biasanya mulai pukul 17.00 para pedagang sudah mulai menata lapak. Mereka baru tutup sekitar pukul 22.00. Pedanganya juga variatif. Mulai dari penjual cilok sampai penjual baju. "Ada sekitar 200 an lapak," terangnya.
Didik juga menyempatkan bertanya ke sejumlah pedagang. Mereka mengaku membayar setoran harian. Nilainya mulai Rp 3 ribu, Rp 5 ribu dan Rp 7 ribu dibayar ke paguyuban.
Namun, lanjut Didik, saat bertanya kepada petugas Dinas Perhubungan yang mengurusi terminal nominal yang ditarik justru lebih rendah. Yakni hanya Rp 500. Itupun menggunakan karcis retribusi angkot atau kendaraan masuk terminal.
Didik berharap, pengalihan fungsi lahan terminal itu digodok dengan matang. "Kalau memang dibuat pasar ya ditata yang baik agar tidak kumuh. Dan bisa masuk menjadi pendapatan daerah," ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo M Bahrul Amig mengakui jika ada lahan kosong di area terminal yang digunakan lapak PKL. Soal paguyuban, Amig mengaku juga tidak tahu persis. "Saya juga sudah mewanti-wanti staf saya untuk tidak ikut campur urusan mereka (paguyuban, Red)," terangnya. (son/vga) Editor : Nofilawati Anisa