Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Medaeng Ahmad Nuri Dhuka menuturkan, para WBP yang menjadi binaannya itu menjalani potong rambu massal setiap bulannya. Hal itu dilakukan secara bergantian antar blok yang ada di rutan yang sempat didiami para artis itu. "Kebetulan hari ini (Jumat, Red) ada 25 warga binaan yang diketahui memiliki rambut cukup panjang dan harus dipotong," kata Dhuka.
Rambut para WBP itu dipotong oleh warga binaan yang memiliki keterampilan potong rambut. Mereka telah dipercaya menjadi tahanan pendamping (tamping) di bagian salon. Sehingga dalam prosesnya tak perlu tukang cukur rambut dari luar rutan.
Dhuka menambahkan, Rutan Medaeng memiliki 11 blok. 11 blok itu berisi 2.421 warga binaan di dalamnya. Jumlah tersebut cukup banyak jika melihat kapasitas di Rutan Medaeng sendiri yang hanya muat 504 orang saja. Sehingga pola kebersihan WBP dan lingkungam harus dijaga ketat. "Jumlahnya banyak. Kalau mereka bisa rapi dan bersih yang kami harapkan dapat jauh dari penyakit apa pun, disamping juga untuk kedisplinan," ujarnya.
Setiap bulannya pihaknya bakal berkeliling memantau warga binaan yang ada. Meski demikian, hingga saat ini kunjungan tatap muka di Rutan Medaeng masih ditutup dan dialihkan dengan layanan online. "Penitipan barang juga masih dijalankan," ujarnya. (far/opi). Editor : Nofilawati Anisa