Radar Surabaya - Sebuah video berdurasi singkat mendadak menyulut perhatian publik setelah memperlihatkan momen yang dianggap mencerminkan ketimpangan antara kekuasaan dan rakyat kecil di jalanan. Dalam rekaman yang viral di media sosial itu, seorang pengamen berkostum badut terlibat insiden dengan seorang pengendara motor yang diduga merupakan oknum anggota polisi.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu malam (3/6) tersebut bermula dari kejadian yang tampaknya sepele. Pengamen badut yang sedang berusaha menyeberang jalan diduga bersenggolan ringan dengan sepeda motor yang melintas. Senggolan itu terlihat tidak menimbulkan dampak serius dan semula dianggap sebagai insiden biasa yang lazim terjadi di tengah padatnya aktivitas jalan raya.
Namun suasana mendadak berubah. Pengendara motor tersebut terlihat memutar balik kendaraannya dan menghampiri sang badut. Di tengah sorotan warga yang menyaksikan kejadian itu, pengamen yang sehari-hari menggantungkan hidup dari recehan pengguna jalan diduga menerima perlakuan yang tidak menyenangkan.
Video tersebut kemudian menyebar luas dan memicu gelombang reaksi dari masyarakat. Banyak warganet mempertanyakan mengapa insiden kecil yang diduga terjadi tanpa unsur kesengajaan justru berkembang menjadi perselisihan dengan seorang pengamen jalanan.
Sorotan publik semakin tajam karena sosok yang berada di hadapan pengendara itu bukanlah pelaku kriminal, bukan pula pihak yang dianggap mengancam keselamatan. Ia hanyalah seorang badut pengamen yang mengenakan kostum demi menghibur pengguna jalan dan membawa pulang uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kontras antara seragam kewenangan dan kostum badut itulah yang membuat video tersebut menyentuh emosi banyak orang. Di mata publik, peristiwa itu tidak lagi sekadar soal senggolan di jalan, melainkan gambaran tentang bagaimana masyarakat kecil kerap berada pada posisi yang rentan ketika berhadapan dengan pihak yang memiliki otoritas lebih besar.
Meski demikian, pihak kepolisian memastikan persoalan tersebut tidak berlanjut ke ranah hukum. Kasi Propam Polres Tuban, Iptu Abdul Latif Reksonegoro, menyatakan kedua belah pihak telah menyelesaikan persoalan secara damai.
Menurutnya, pengamen badut yang berasal dari Jawa Tengah menerima penyelesaian yang ditempuh, termasuk adanya ganti rugi atas kerugian yang dialami.
“Kasusnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan pengendara juga telah diberikan ganti rugi atas kerugian yang dialami,” ujarnya, Jumat (5/6).
Editor : Muhammad Firman Syah