RADAR SIDOARJO - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyebut provinsi yang dipimpinnya menjadi tulang punggung bagi kebutuhan beras tingkat nasional.
Tercatat produktivitas padi di Jatim angkanya selalu menunjukkan kenaikan signifikan.
“Produktivitas padi di Kabupaten Ngawi menjadi tulang punggung keunggulan pertanian Jatim, bahkan dari tahun ke tahun selalu produktivitas padinya tertinggi se-Indonesia,” kata Khofifah.
Merujuk data, hasil serapan panen beras di Jatim ditargetkan sebesar 585.581 untuk periode Februari hingga Mei 2025.
Adapun sebanyak 478.757 ton telah terserap hingga 22 Mei atau setara dengan 81,76 persen.
Tak berhenti sampai di situ, data terbaru per 23 Mei, menunjukkan cadangan beras nasional mencapai 3,867 juta ton.
Dari jumlah itu, stok beras di Bulog Kanwil Jatim tercatat sebesar 868.208 ton atau 22,45 persen dari total cadangan nasional, menjadikannya yang tertinggi di Tanah Air.
“Artinya apa, Jawa Timur saat ini bukan hanya cukup untuk dirinya sendiri, tapi juga siap menyuplai kebutuhan beras daerah lain di seluruh Indonesia,” ujar Khofifah.
Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam mengatakan, kerja nyata Khofifah mampu membawa Jatim semakin unggul di berbagai sektor termasuk pertanian.
Ia menilai, kerja kolektif yang dibangun Khofifah terus menghasilkan dampak positif.
“Apa yang dilakukan Ibu Khofifah sebagai gubernur patut diapresiasi dan kebijakan-kebijakan pertanian dan dukungan terhadap petani Jawa Timur yang sudah dilakukan selama ini harus ditingkatkan dan dilanjutkan,” kata Surokim, dalam keterangannya, Senin (26/5/2025).
Lebih lanjut, pencapaian Khofifah tersebut merupakan tolok ukur kesuksesan pemimpin yang kini diterpa berbagai isu miring.
Menurutnya, kemampuan Khofifah semakin terasah di berbagai sektor kepemimpinan termasuk membawa Jatim mempunyai cadangan beras terbesar di Tanah Air.
“Jawa Timur harus bisa mempertahankan status sebagai salah satu lumbung pangan nasional, dan tentu itu tidak mudah karena tantangannya kompleks,” tutup Surokim. (rud/vga)
Editor : Vega Dwi Arista