RADAR SIDOARJO - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa terbukti telah memberikan rasa aman sekaligus menjawab kepercayaan masyarakat Jatim.
Khofifah mampu meminimalisir konflik dan gerak cepat mengatasi suatu masalah jika terjadi di wilayah yang dipimpinnya.
Pengamat Politik Universitas Indonesia, Meidi Kosandi mengatakan, kepemimpinan Khofifah secara umum lebih baik dari periode sebelumnya.
Terlebih, di periode keduanya, sudah banyak catatan impresif yang berhasil Khofifah persembahkan untuk Jatim.
“Secara umum, konflik di Jawa Timur sangat sedikit, menunjukkan kepemimpinan Khofifah yang cukup baik,” kata Meidi.
Selama masa kepemimpinan Khofifah, wilayah Jatim sangat jarang terjadi konflik berkepanjangan.
Sebaliknya, Khofifah berhasil melejitkan provinsi yang beribu kota Surabaya itu meraih banyak penghargaan dan prestasi.
Secara personal, Khofifah pernah menyabet penghargaan penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Adapun dalam penghargaan tersebut hanya Khofifah satu-satunya gubernur yang berhasil menerimanya.
Tanda kehormatan tersebut diberikan sebagai penghargaan atas jasa dan prestasi kinerja yang sangat tinggi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintah daerah (EPPD).
Penghargaan itu menjadi bukti nyata adanya implementasi semangat kerja Cepat, Efektif/Efisien, Transparan, Tanggap, Akuntabel, dan Responsif (CETTAR) dalam menyelenggarakan pemerintahan yang baik.
Tidak berhenti sampai di situ, kepiawaian Khofifah terasa di sektor ekonomi. Khofifah berhasil mengendalikan inflasi di Jatim dan tercatat terendah se-Pulau Jawa.
Seperti diketahui, inflasi Jawa Timur bulan April 2025 terkendali di angka 0,93 persen month-to-month dan 1,35 perse secara year-on-year.
Oleh sebab itu, Meidi menilai, Khofifah terus memperlihatkan torehan cemerlang di periode kedua kepemimpinannya.
Menurutnya, saat ini Jatim berada di jalur yang tepat untuk maju dengan kepemimpinan Khofifah.
“Apa yang ditunjukkan oleh Khofifah dengan kebijakan dan paradigmanya melihat permasalahannya sudah tepat untuk memberikan wawasan kepada masyarakat secara umum tentang model kebijakan dan kepemimpinan di Jawa Timur,” punyaku. (rud/vga)
Editor : Vega Dwi Arista