RADAR SIDOARJO - Setiap Ramadan tiba, kolak srikaya menjadi salah satu kuliner khas Sidoarjo yang menggugah selera. Lokasinya di Dusun Kauman, Kelurahan Pekauman, Sidoarjo. Meski namanya mengandung kata 'srikaya', hidangan manis ini tidak menggunakan buah srikaya sebagai bahan utamanya.
Kolak srikaya khas Sidoarjo ini, memiliki rasa manis legit yang unik berasal dari kombinasi bahan-bahan tradisional seperti santan kental, daun pandan, pisang raja, roti tawar, kolang-kaling, telur, vanili cair, dan gula.
Keunikan kolak srikaya Kauman terletak pada proses memasaknya yang berbeda dari kolak biasanya. Semua bahan dikukus selama 20-25 menit, menghasilkan tekstur yang lembut dan rasa yang khas.
Setiap Ramadan, makanan ini menjadi buruan masyarakat, baik untuk dikonsumsi pribadi maupun dijual kembali sebagai takjil.
Salah satu produsen kolak srikaya, Ifa Mutia menyebut, ia telah menjalankan usaha ini selama 15 tahun. Menurutnya kolak srikaya hanya bisa ditemukan saat bulan puasa di Kauman, Sidoarjo.
"Sekarang jumlah pedagang yang menjual kolak srikaya semakin banyak, karena banyak yang ambil di tempat saya untuk dijual sebagai takjil," ujarnya saat ditemui, Jumat (7/3).
Setiap harinya, Ifa mampu memproduksi hingga 300 cup kolak srikaya. Namun, pada akhir pekan, permintaan meningkat tajam hingga mencapai 400 cup. "Itu sudah termasuk pesanan para pedagang takjil sekitar 70 cup," ungkapnya.
"Saya tetap memasak dan menjual kolak srikaya setiap Ramadan agar kuliner khas Sidoarjo ini tidak punah," kata perempuan berusia 53 tahun itu.
Sementara itu, salah seorang pelanggan setia, Dinda, warga Candi, mengaku selalu menyempatkan diri untuk membeli kolak srikaya selama Ramadan.
Baca Juga: Satresnarkoba Polresta Sidoarjo Ungkap Modus Baru Kurir SS, Gunakan Potongan Sedotan untuk Meranjau
"Kolak srikaya di Kauman ini beda dengan kolak di tempat lain. Rasanya manis dan legit, karena pakai gula asli, jadi tidak nyeri di tenggorokan. Cocok sekali untuk berbuka puasa," ujar perempuan 19 tahun itu.
Hal senada diungkapkan oleh Nursanti, warga Tanggulangin. Baginya, kolak srikaya merupakan menu wajib saat berbuka puasa. Menurut perempuan 26 tahun itu, kolak srikaya di Kauman ini mempunyai rasa yang khas, selain enak dan manis, harganya juga terjangkau.
"Kalau dimakan selagi hangat, rasanya seperti mengembalikan tenaga setelah seharian berpuasa," ungkapnya menggambarkan hidangan berbuka khas Sidoarjo kolak srikaya. (dik/gun)
Editor : Guntur Irianto