SIDOARJO - Bicara tentang presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno selalu identik dengan gang Peneleh Surabaya sebagai tempat kelahirannya. Atau Technise Hoogeschool te Bandoeng, tempat dimana ia kuliah.
Atau mungkin yang paling populer saat ini, Kota Blitar sebagai tempat persemayamannya terakhir. Setiap 6 Juni selalu ramai dikunjungi masyarakat peziarah.
Tidak banyak yang tahu, presiden yang akrab disapa Bung Karno tersebut juga sempat dan bersekolah di Sidoarjo. Tepatnya di SDN 2 Pucang Sidoarjo.
Saat itu, sekolah tersebut masih bernama Hollandsch Inlandsche School (HIS) Sidoarjo. Dengan kepala sekolah warga negara asal Belanda, Mr PH Claassen.
Peninggalan sejarah tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Sidoarjo, Tirto Adi.
Saat dilakukan pengecekan ternyata benar, Bung Karno pernah sekolah di Sidoarjo. Diperkuat dengan kedatangan warga Belanda Mr MJM dan Mr Pim Claassen yang juga seorang cucu dari Mr PH Claassen.
Dia menyusuri Jawa Timur, mencari jejak daripada mendiang kakeknya. Berbekal foto repro akhirnya mereka berhasil menemukan sekolah yang pernah dipimpin kakeknya itu.
"Sebenarnya saat itu Bung Karno mengikuti kepindahan ayahnya, ayahnya saat itu kan guru di SDN 2 Pucang, karena saat itu Bung Karno ikut jadi ia sekolah di situ," ucapnya Tirto saat ditemui di ruang kerjanya.
Meski begitu, Bung Karno tidak lama sekolah di situ. Hanya bertahan selama dua tahun.
Namun, sangat disayangkan, jejak Bung Karno di sekolah tersebut benar-benar sudah hilang. Dari segi bangunan sekolah pun sudah banyak yang dipugar.
"Saat saya kroscek, sudah tidak ada jejak di sana (SDN 2 Pucang Sidoarjo, red)," terangnya.
Satu-satunya bukti, hanyalah foto yang memperlihatkan Bung Karno semasa belajar di sekolah tersebut. Itu pun dokumentasi yang dibawa dari Belanda ke SDN Pucang 2 Sidoarjo.
"Foto tersebut dibawa dari Belanda, karena memang Belanda kan kaya akan dokumentasi Indonesia di masa kolonial," jelasnya.
Tirto mengaku akan bergerak mendalami fakta sejarah tersebut. Bila bukti-bukti sudah mencukupi, maka ia akan melakukan rekonstruksi.
"Kalau perlu nanti akan kami buatkan semacam kelas dimana Bung Karno belajar, atau mungkin dalam bentuk patung, seperti halnya Obama di SD Menteng," tutupnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista