Babat Alas Desa Semampir
Setiap desa mempunyai keunikan cerita atau legenda masing-masing. Seperti halnya kisah Desa Semampir, Kecamatan Sedati yang dahulunya merupakan alas yang rimbun.
M SAIFUL ROHMAN, Wartawan Radar Sidoarjo
Menurut tokoh masyarakat, Muhammad Imron, Desa Semampir dibuka oleh putri dari Sunan Bungkul, yakni Siti Asmah atau yang lebih dikenal dengan nama Mbok Rondo.
Panggilan Mbok Rondo atau seorang janda bukan berarti ia ditinggal oleh suaminya. Melainkan tidak ada seorangpun laki-laki yang berani mendekatinya. Sebab kepandaian dan kekayaanya.
"Nama aslinya Umi Kulsum, sebenarnya dia bukan orang yang ditinggal oleh suaminya tapi tidak ada lelaki yang berani mendekat," ucapnya.
Dia bercerita, zaman dahulu, Mbok Rondo bukanlah sembarang orang. Ia adalah tokoh sakti yang sangat disegani oleh masyarakat. Hal tersebut tak jauh dari kisah berdirinya Desa Semampir.
Desa tersebut dahulunya adalah hutan yang dibabat oleh Mbok Rondo. Sebelum memulai babat hutan ia melempar selendang keramatnya.
"Ada pohon asem besar yang rindang dan tidak bisa ditebang, setelah dilempar selendang pohon tersebut bisa ditebang," terangnya.
Kisah tersebut tersebar dari mulut ke mulut. Namun tidak banyak yang tahu akan kapan lahir dan kematiannya.
Mitos yang beredar di masyarakat menyebutkan jika Mbok Rondo menjelma menjadi harimau. Bahkan makamnya disebut memiliki aura yang mistis.
"Ada yang mengatakan bahwa makam mbok Rondo dijaga oleh sosok astral berupa harimau yang berukuran raksasa, serta dikelilingi oleh genderuwo," ceritanya. (*/vga)
Editor : Vega Dwi Arista