Berawal dari Adanya Sesosok Mayat dan Permintaan Tanah
Warga Desa Randegan, Kecamatan Tanggulangin dilarang menikah dengan warga Desa Jiken, Kecamatan Tulangan. Mitos itu berawal dari rebutan tanah oleh warga kedua desa tersebut.
M SAIFUL ROHMAN, Wartawan Radar Sidoarjo
Tokoh sejarawan Desa Randegan, Suyadhim mengatakan, saat itu ditemukan sesosok mayat. Tidak diketahui dari mana asal mayat tersebut. Tidak ada satupun warga yang mau mengakui, baik dari Desa Randegan maupun Desa Jiken.
"Satu-satunya jalan, orang Desa Jiken mau mengakui, tapi mereka meminta tanah yang ditempati mayat tersebut diambil," ceritanya saat ditemui di kediamannya, Minggu (24/9).
Dia menyebut, luas tanah yang diminta warga warga Desa Jiken seluas tujuh hektare. Tanah tersebut berupa sawah di pinggir sungai.
Dia tidak mengetahui penyebab meninggalnya sosok mayat itu. Namun, hanya mengetahui cerita akan penemuan mayat.
Meski begitu, akhirnya mayat tersebut diakui oleh masyarakat Desa Jiken. Dengan syarat mengambil sebagian hak atas tanah milik Desa Randegan.
Nah, hal tersebut memicu kemarahan, sehingga warga Desa Randegan mengeluarkan sumpah tidak membiarkan anak keturunannya menikah dengan warga Desa Jiken.
"Mitos itu sudah lama, sudah turun temurun, mulai dari nenek moyang, sejak Mbah saya masih kecil," ungkapnya.
Menurut laki-laki yang juga juri kunci makam pembabat alas tanah Desa Randegan, Suryo Wiryo Diharjo atau Mbah Sosro, banyak warga yang takut terhadap kutukan sumpah itu. Jika dilanggar akan mendapatkan musibah.
Sementara itu, warga Desa Jiken, Binwasis membenarkan akan mitos tersebut. Meski begitu larangan tersebut sudah banyak dilanggar oleh anak muda sekarang.
"Pada 2010 warga sini (Desa Jiken, red) ada yang menikah dengan warga Randegan,” ujarnya.
Menurut Wasis, pelanggaran atas mitos tersebut sudah menjadi hal yang lumrah. Bahkan sudah tiga warga yang mendapatkan jodoh warga Desa Randegan.
Begitu juga dengan warga Desa Jiken lainya, Yuliani, menurutnya mitos saat ini sudah biasa. Meski begitu baginya kutukan atas sumpah tersebut masih benar-benar terjadi.
"Menikah belum ada satu tahun, orang tuannya sakit-sakitan, rata-rata seperti itu," jelasnya. (*/vga)
Editor : Vega Dwi Arista