Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Belajar Bahasa Inggris di Kampoeng Sinaoe Sidoarjo, Diajar oleh Bule, Peserta dari TK hingga Manajer

Vega Dwi Arista • Selasa, 5 September 2023 | 00:25 WIB

MENGASYIKKAN: Salah seorang volunteer mengajar di Kampoeng Sinaoe Sidoarjo. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
MENGASYIKKAN: Salah seorang volunteer mengajar di Kampoeng Sinaoe Sidoarjo. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
 

Kampoeng Sinaoe Sidoarjo

Sebagian Masyarakat mungkin sudah tidak asing dengan nama Kampung Pare atau Kampung Inggris yang terletak di Pare, Kabupaten Kediri. Namun di Sidoarjo juga terdapat kampung Inggris yang bernama Kampoeng Sinaoe. Lokasinya berada di Desa Siwalan Panji, Kecamatan Buduran.

M SAIFUL ROHMAN, WARTAWAN RADAR SIDOARJO

Pimpinan Kampeng Sinaoe, Edwin Firmasnyah menceritakan awal berdirinya lembaga alternatif non formal itu. Kampoeng Sinaoe didirikan oleh Muhammad Zamroni, pada tahun 2006. Saat itu ia pulang dari Pondok Ganjaran Gondang Legi.

Awal mulanya, Zamroni sedang kuliah di UIN (dulu IAIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Oleh kiainya, ia dititipkan ke Pondok Gading Kota Malang. Sebelum itu, oleh kiainya juga, Zamroni disarankan untuk belajar Bahasa Inggris.

Setelah lulus kuliah, pada tahun 2006, Zamroni merasa bingung. Akan tetapi ia mengingat pesan daripada gurunya itu. "Pokoknya kalau diminta tolong oleh tetangga, disuruh mengajar, jangan ditolak,” cerita Edwin saat disambangi Radar Sidoarjo.

Edwin melanjutkan, saat itu terdapat satu orang tetangga yang minta tolong ke Zamroni untuk membantu anaknya mengerjakan PR sekolah. Atas sikap tawadu’ terhadap kiainya, Zamroni menyanggupi.

Semakin lama, banyak yang minta tolong pada Zamroni, bahkan ruang tamu dan teras rumahnya tidak muat menampung akan banyaknya anak-anak yang belajar ke dirinya.

“Sampai ke rumah Kakek Neneknya (sebelah rumahnya, red), nggak muat juga,” jelasnya.

Saking banyaknya yang ingin belajar dengannya, kegiatan Zamroni pernah dianggap terlalu mengganggu oleh orang tuanya.

Pada tahun 2007, ketika itu Zamroni bermain ke daerah Surabaya dan bertemu salah satu bule dari Belanda. Karena terlihat bingung, orang bule tersebut didekati oleh Zamroni. Ia pun menanyakan terkait tujuan dari bule. “Mau kemana? Bule menjawab, aku mau ke Madura,” kata Edwin yang juga alumni dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya itu.

Pada saat itu, lanjut Edwin, Zamroni menemani bule jalan-jalan ke Pulau Garam dengan motor selama tiga hari tiga malam. Setelah itu, karena merasa sudah dibantu, bule tersebut menjanjikan akan ikut mengajar Bahasa Inggris. Akhirnya oleh Zamroni, bule itu diajak bermain ke rumahnya. Adanya bule, membuat senang anak-anak yang diajarkan Zamroni.

Bule tersebut juga membantu mempromosikan kegiatan Zamroni ke teman-temanya yang ada di Eropa, sebagai tempat untuk volenteer. Awalnya, Zamroni tidak mempercayai itu, akan tetapi dengan mengejutkan, banyak orang negeri Barat berminat mengajar di tempatnya. Hingga saat ini banyak bule yang keluar masuk secara bergantian menjadi sukarelawan pengajar di Kampoeng Sinaoe.

Karena tidak adanya kepengurusan yang jelas, pada tahun 2019 mulai dibentuk struktural organisasi Kampoeng Sinaoe. Sehingga Kampoeng Sinaoe saat ini lebih terstruktur dan tertata rapi.

Terdapat 200 orang yang belajar di tempat tersebut. Mereka didominasi berasal dari daerah Sidoarjo dan sekitarnya. “Siswanya ada yang TK sampai dosen, bahkan juga ada yang rektor, kepala sekolah, karyawan, manajer disini semuanya ada,” ungkapnya.

Yang menarik dari Kampoeng Sinaoe adalah visinya untuk mencetak kader yang tidak hanya mahir secara intelektual. Akan tetapi spritual juga sebagai nilai penting yang tidak boleh ditinggalkan. (*/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#bahasa inggris #Sidoarjo #kampung