Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Jejak Kerajaan Majapahit di Candi Pari , Hasil Padi yang Melimpah, Menarik Perhatian Raja Hayam Wuruk

Vega Dwi Arista • Rabu, 23 Agustus 2023 | 00:20 WIB
SEJARAH: Candi Pari di jalan purbakala Desa Candi Pari, Kecamatan Porong. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
SEJARAH: Candi Pari di jalan purbakala Desa Candi Pari, Kecamatan Porong. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)

Situs Candi di Sidoarjo 

Wilayah Sidoarjo mempunyai peran yang cukup penting pada masa pemerintahan Kerajaan Majapahit. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan ditemukanya berbagai situs dan benda cagar budaya di beberapa wilayah di Kota Delta.

M Saiful Rohman, Wartawan Radar Sidoarjo

Salah satu situs yang dapat dijumpai hingga saat ini yaitu Candi Pari. Lokasi situs tersebut terletak di Desa Candi Pari, Kecamatan Porong. Atau sekitar 8 kilometer dari arah pusat kota.

Menurut batu yang tertulis di atas gerbang, candi ini dibangun pada tahun 1293 saka atau 1371 masehi. Pada saat itu Majapahit berada pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk.

Penjaga Wisata Candi Pari, Semin menjelaskan, pada zaman dahulu terdapat seorang perjaka yang menanam padi dengan hasil melimpah.

“Namanya Joko Pandelegan menanam padi, hasilnya berlimpah-limpah, lalu Raja Hayam Wuruk tahu dan menyuruh adipatinya untuk memanggil ke kerajaan,” jelasnya.

Meski mendapat panggilan dari raja, imbuh Semin, perjaka tersebut tidak mau datang. Sehingga Raja Hayam Wuruk datang secara langsung ke lokasi tersebut.

“Akan tetapi Joko Pandelegan hilang, orang Jawa namanya hilang mukso,” ujarnya.

Sewaktu perjaka tersebut hilang, tumbuhan padi terlihat melimpah oleh Raja Hayam Wuruk. Karena itu untuk memperingati hilangnya Joko Pandelegan itulah Candi Pari tersebut dibangun.

Situs Candi Pari pertama kali ditemukan pada 16 Oktober 1906 oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. Kemudian dipugar pada tahun 1992 dan 1996 pada Pemerintahan Presiden Soeharto.

Candi Pari itu berbentuk bangunan bersegi empat yang terbuat dari batu bata dan sebuah pintu yang menghadap ke arah barat. Tidak seperti kebanyakan candi-candi di Jawa Timur, bentuk atap Candi Pari ternyata mirip dengan atap candi yang ditemukan di Kamboja dan Vietnam.

Secara keseluruhan Candi Pari terbuat dari batu bata, hanya ada beberapa bagian yang dibuat dari batu andesit. Kaki candi terdiri dari dua bagian. Pertama berbentuk bujur sangkar mempunyai dua anak tangga termasuk ke arah pintu candi dari arah utara ke selatan dan sebaliknya. Hal itu tidak pernah ditemukan pada arsitektur candi di Jawa Timur pada umumnya.

Pada salah satu sisinya terdapat tangga naik menuju ke bilik candi. Badan candi berbentuk bujur sangkar, sedangkan pintu masuk candi berbentuk segi empat. (*/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#majapahit #Candi #Situs