Keunikan Masjid di Sidoarjo
Warga yang datang untuk beribadah di Masjid Desa Wadungasri disuguhkan dengan pemandangan akuarium berisi ikan hias. Selain itu juga ada kolam berisi ikan predator. Keunikan tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Jika biasanya jarang ada masjid yang memelihara ikan, justru di Masjid Al Huda mempunyai kolam, juga akuarium untuk memelihara ikan.
Diky Putra Sansiri, Wartawan Radar Sidoarjo
Sambil beristirahat setelah beribadah, pengunjung masjid dapat memanjakan matanya dengan melihat ikan-ikan unik yang ada di halaman Masjid Al Huda. Di halaman masjid terdapat satu akuarium berisi ikan hias dan kura-kura. Setelah memasuki latar masjid, tepat di bawah tangga dekat tempat beristirahat, ada sebuah kolam dengan berisikan empat ekor ikan besar. Masuk sedikit ke dalam lagi dekat dengan tempat wudhu ada satu akuarium lagi berisi ikan hias dan kura-kura.
Takmir Masjid Al Huda Rofik mengatakan bahwa yang terdapat di kolam, orang setempat menyebutnya ikan buaya atau lebih dikenal dengan ikan aligator. Ikan tersebut termasuk dalam jenis ikan predator. Jika di akuarium yang depan terdapat jenis ikan sapu-sapu, pacu, patin, lele, juga ada kura-kura dari Brazil. Sedangkan akuarium yang ada di dalam terdapat jenis ikan koi dan koki.
Rofik menjelaskan, ikan yang ada di masjid itu merupakan hibah dari pengunjung masjid. Ada juga dari Takmir Masjid Al Huda yang beli sendiri. “Beberapa waktu lali baru diberi akuarium dari teman-teman, kalau ikan predator dari teman-teman pengurus memakai uang pribadi,” ujar Rofik.
Menurut pria 39 tahu itu, ikan-ikan yang ada di Masjid Al Huda sudah ada semenjak 4 tahun yang lalu. Tetapi masih belum banyak masyarakat yang tahu. Sebenarnya ada 1 ikan aligator besar yang didapatkan dari pengunjung masjid. Kemudian pengurus masjid membeli sendiri sebanyak 3 ekor agar ikan yang pertama mempunyai teman.
“Teman- teman pengurus masjid kebetulan semua suka ikan, biar tidak jenuh, tidak kosong kolamnya, akhirnya di sini dipelihara ikan,” imbuhnya.
Dia menyampaikan bahwa ikan aligator tersendiri memakan ikan-ikan kecil hidup, ikan mati, ikan mujair mati. Sehari bisa menghabiskan 2 kilogram ikan untuk makanan ikan aligator. Sedangkan ikan hias yang lain makanan yang dibutuhkan seperti makanan ikan pada umumnya, yakni pur ikan.
Rofil menyebutkan, pakan ikan biasanya disuplai dari pemilik tambak di sekitar. Terkadang pengurus masjid juga beli sendiri ikan kecil-kecil. Bahkan jika ada yang mau memberikan makan ikan juga diperbolehkan.
Diakuinya, dalam mengurus ikan aligator tidak ada kesulitan. Sebab ikan tersebut termasuk jenis ikan yang kuat. Walaupun air nya kotor tapi masih tetap bisa bertahan. Berbeda dengan ikan hias yang lainnya, jika kotor sedikit sudah pasti ada yang mati. Untuk ikan hias, airnya harus diganti 2 minggu sekali.
“Ikan aligator ini jika telat makan mudah emosi, jadi kita harus tiap hari memberikan makan, tapi kalau gigit tidak pernah,” sebutnya.
Dia menambahkan bahwa, di masjid ini ada tempat untuk istirahat, jika pengunjung masjid ingin beristirahat ada tempat tersendiri, tempat untuk istirahat berdekatan dengan akuarium ikan. Dari situ pengunjung bisa beristirahat sambil menikmati pemandangan ikan hias di akuarium. (*/vga)
Editor : Vega Dwi Arista