Sudah 20 tahun Nusuf memproduksi dan berjualan kerajinan rotan. Meski sempat pasang surut, usahanya tersebut tetap survive dengan memproduksi lebih banyak model kerajinan.
Adissa Ayu Prasandya, Radar Sdoarjo
Nusuf memilih rotan sebagai bahan kerajinan anyaman untuk membuat furnitur, tempat buah dan hantaran. Rotan yang diambil pun bukan sembarangan. Dia memakai rotan yang berasal dari hutan Kalimantan dan Sulawesi.
Menurutnya, rotan di sana dapat tumbuh subur. Oleh sebab itu ia tidak merasa kesulitan untuk mendapatkan komoditas bahan baku tersebut.
Tidak hanya memakai rotan asli, ia juga menjual hasil kerajinan rotan sintetis dengan berbagai pilihan warna di toko yang berada di Jalan Diponegoro, Sidoarjo itu. Tetapi kebanyakan konsumen lebih memilih rotan asli karena lebih alami. Untuk proses pembuatan kerajinan rotan pun juga beragam. Ada yang sulit dan gampang.
“Jika semakin rumit harganya akan semakin mahal, kebalikannya jika prosesnya mudah maka harganya juga murah,” katanya, Kamis (9/2).
Menurutnya, bahan yang kuat, awet dan mudah dibentuk membuat dirinya tertarik untuk membuat kerajinan dari rotan. Apalagi banyak pembeli yang tertarik anyaman yang berasal dari rotan itu.
“Memang awet dan itu daya tariknya,” ucap ibu murah senyum itu.
Di tokonya, dia menyediakan berbagai kerajinan. Seperti, mainan anak, hiasan lampu, tempat tidur bayi, kursi dan sketsel. Dari beberapa kerajinan itu ada yang sudah dipernis dan masih kasar.
Sebenarnya, Nusuf pernah melakukan ekspor kerajinanya hingga ke Tiongkok. Namun, karena susahnya proses pengiriman dan sejumlah hambatan, ia memutuskan untuk tidak lagi mengekspor rotan ke Negeri Tirai Bambu itu. “Semoga nanti jika lancar bisa kirim ke luar negeri lagi,” harapnya.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Nusuf sering panen rejeki. Permintaan kerajinan rotan melonjak. Biasanya untuk membuat bingkisan parsel. Dia sering mendapatkan pesanan untuk membuat furnitur di hotel.
Dengan jumlah pekerja sekitar 15 perajin, dia mampu menerima sejumlah order dari hotel tersebut. Nusuf juga berharap kerajinan rotan dapat terus berkembang tanpa termakan zaman. (ads/vga)
Editor : Vega Dwi Arista