Inovasi dan kreasi tim Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (Asman Toga) yang satu ini patut diacungi jempol. Mereka mampu mengolah bahan yang awalnya tidak berguna menjadi makanan bernilai ekonomis.
Hendrik Muchlison, Wartawan Radar Sidoarjo
Mereka adalah Asman Toga dari Desa Tlasih, Kecamatan Tulangan. Asman Toga binaan Dinas Kesehatan Sidoarjo itu mampu menyulap gedebok pisang menjadi keripik renyah yang dapat dijual.
Usaha itu dipelopori Suarti bersama anggota Asman Toga lainnya. Ide itu muncul saat melihat banyaknya gedebok pisang di sekitaran rumahnya. "Banyak berserakan," katanya.
Biasanya gedebok pisang akan dibiarkan begitu saja setelah pisangnya dipanen. Gedebok akan membusuk, sementara pohon pisang akan digantikan oleh tunas-tunas baru yang terus tumbuh.
Tim Asman Toga di Desa Tlasih itu kemudian menemukan ide untuk mengolah gedebok pisang itu menjadi keripik. Pengolahannya juga terbilang mudah.
Mulanya gedebok pisang dipilah yang berkualitas baik untuk diolah. Pilihannya adalah gedebok pisang kepok muda.
Kemudian gedebok itu dipotong-potong hingga seukuran keripik pada umumnya. Potongan itu direndam dengan air kapur sirih dan kemudian dibersihkan.
Selepas itu, potongan gedebok itu dicampur racikan tepung dan kemudian digoreng. Setelah matang, kripik akan dicampur aneka rasa agar lebih menarik. Mulai dari rasa jagung hingga balado.
Kripik kemudian dikemas dan siap dijual. Harganya terjangkau. Yakni Rp 5000 setiap 50 gram.
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Fenny Apridawati mengungkapkan, inovasi semacam itu patut untuk terus dikembangkan. "Prosesnya higienis dan layak dijual," terangnya.
Fenny juga berharap produk-produk semacam itu bisa terus tumbuh. Bahkan bisa masuk ke pasar global. (*/vga) Editor : Vega Dwi Arista