Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Perajin Sidoarjo Ubah Kayu Balsa Jadi Souvenir KTT G20, Kalahkan 1.024 UMKM

Vega Dwi Arista • Jumat, 4 November 2022 | 23:49 WIB
BANGGA: Hasil karya Aliyafi yang menjadi souvenir KTT G20. (IST)
BANGGA: Hasil karya Aliyafi yang menjadi souvenir KTT G20. (IST)
Ubah Kayu Balsa Jadi Beragam Jenis Kerajinan

Berawal dari hobi mengubah kayu balsa menjadi produk aeromodelling, Muhammad Aliyafi lolos menjadi salah satu produsen souvenir resmi para delegasi di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. Dia mengalahkan 1.024 UMKM dari seluruh Indonesia melalui proses kurasi.

Annisa Firdausi, Wartawan Radar Sidoarjo

Pemilik UMKM yang ada di Jalan Wedroro, Waru tersebut sudah menekuni usahanya sejak 2013. Dia menceritakan, awalnya membuat kerajinan dari kayu itu adalah hobi. Dari kayu balsa diubah menjadi produk aeromodelling. Seperti kapal, pesawat, dan drone. “Dulu aeromodelling masih belum booming seperti sekarang,” katanya.

Kemudian dia mencoba membuat beberapa produk lainnya. Seperti cover binder, card holder, tempat pensil, dan alat perkantoran lainnya. Ciri khas dari produknya adalah adanya sentuhan khas nusantara. Seperti gambar kepulauan di Indonesia hingga lambang Pancasila. Menurut dia, hal itu menambah nilai sejarah dan estetika dari produknya.

Dalam memasarkan produknya, Aliyafi banyak mengikuti event seperti pameran. Dari situ, orang yang beli memperkenalkan produknya ke teman-temannya. Sehingga lebih banyak lagi yang pesan. Namun 90 persen konsumennya justru berasal dari luar negeri.

Saat ini Aliyafi aktif mengirimkan produknya ke Amerika, Jerman, Belanda, Inggris, hingga Jepang. Bahkan paling banyak pesanan dari Eropa.  Sayangnya dia justru jarang mendapat pesanan dari negeri sendiri. “Banyak yang meragukan kualitasnya,” katanya.

Namun Aliyafi berhasil mematahkan komentar-komentar miring tersebut. Dia mendaftarkan hasil karyanya untuk menjadi souvenir KTT G20. Aliyafi termasuk salah satu yang terpilih dalam kurasi yang dilakukan Kemenkop UKM bersama Smesco. Sedangkan UMKM lainnya terdiri dari sektor kerajinan, fashion, makanan, kosmetik, hingga wellness.

Dia mengaku memilih kayu balsa sebagai bahan dasar objek karyanya karena memiliki tekstur dan ruas kayu yang lembut, halus dan kuat. Sehingga mudah untuk dibentuk dan awet jangka panjang.

Dengan keberhasilannya menjadi salah satu souvenir resmi gelaran G20 ini, dia berharap produk Indonesia dapat lebih dihargai lagi di dalam negeri. (*/vga)

  Editor : Vega Dwi Arista
#Souvenir #UMKM #KTT G20