Jaga Mutu Makanan Lansia, Evaluasi Penyedia dan Menu Setiap 10 Hari Sekali

Vega Dwi Arista • Dipublikasikan Sabtu, 10 September 2022 | 00:38 WIB
BERJUANG BERSAMA: Pengawas Dinas Provinsi Jatim Wilayah Sidoarjo Rukmini Ambarwati (kiri) saat menghadiri wisuda Nabila.
BERJUANG BERSAMA: Pengawas Dinas Provinsi Jatim Wilayah Sidoarjo Rukmini Ambarwati (kiri) saat menghadiri wisuda Nabila.
Program Bantuan Makan Gratis untuk Lansia

Program bantuan makan gratis bagi lansia kategori miskin di Sidoarjo sudah berjalan mulai 1 September 2022. Kepala Dinas Sosial Sidoarjo Ahmad Misbahul Munir memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi menu makanan setiap 10 hari sekali.

HENDRIK MUCHLISON, Wartawan Radar Sidoarjo

Makanan gratis diberikan dua kali dalam sehari sesuai takaran makan lansia. Evaluasi dilakukan untuk menjaga mutu dan gizi makanan yang diberikan kepada 730 lansia penerima bantuan makan gratis.

"Kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Sidoarjo terkait menu makanan yang sesuai dengan para lansia seperti apa," ujar Misbah.

Misbah menambahkan, pihaknya menggunakan jasa para pelaku UMKM sebagai penyedia program makan gratis. Evaluasi yang nantinya dilakukan tersebut bersamaan dengan tanda tangan kontrak dengan penyedia melalui e-katalog setiap 10 harinya. Bila kinerjanya tidak sesuai yang diharapkan maka tidak akan dilanjutkan.

Misbah meminta UMKM penyedia makanan untuk tepat waktu dalam pengantarannya. Makanan dapat diantar mulai pukul 09.00. Dan pukul 11.00 sudah harus diterima oleh seluruh penerima.

"Untuk memudahkan pengiriman makanan agar efisien dan efektifitas, setiap satu penyedia melayani satu kecamatan. Satu porsinya seharga Rp 15 ribu termasuk di dalamnya terdapat pajak daerah dan pajak pusat (NPWP Daerah dan NPWP) serta ongkos pengiriman sampai ke rumah penerima," ucapnya.

Mantan Camat Taman dan Krembung itu juga menyampaikan, setiap kecamatan ada sekitar 41 orang penerima manfaat dari program tersebut. Namun penerima di setiap desa tidak sama. Hal itu menyesuaikan kondisi kemiskinan penerima. Ada desa dengan satu penerima. Bahkan ada desa yang belum terdapat penerimanya. Karena memang jumlahnya masih terbatas.

"Masih banyak warga miskin terlantar, sebatang kara yang belum menerima program ini karena anggarannya masih terbatas, bagi yang belum tercover dapat diinformasikan ke Dinsos untuk dibantu melalui Baznas Sidoarjo,” terangnya. (*/vga) Editor : Vega Dwi Arista
Lansia Dinas Sosial makanan gratis