Napi Terorisme di Lapas Porong Sidoarjo Belajar Budidaya Anggrek

RADAR SIDOARJO - Dari balik tembok pemasyarakatan, narapidana terorisme (napiter) di Lapas Kelas I Surabaya, Porong, Sidoarjo, mulai menekuni keterampilan baru.
Mereka belajar membudidayakan anggrek, mulai dari mengenal teknik penanaman hingga menyemai bibit menggunakan botol sebagai media tanam.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Tak sekadar memanfaatkan lahan tidur di lingkungan lapas, pelatihan tersebut juga diharapkan menjadi bekal keterampilan produktif bagi para napiter ketika kembali ke tengah masyarakat.
Pelatihan penyemaian bibit anggrek itu digelar di area ketahanan pangan Blok F. Dalam praktiknya, setiap botol mampu menampung sekitar 25 hingga 30 bibit anggrek. Sebanyak 19 botol digunakan dalam kegiatan penyemaian tersebut.
Kepala Lapas Kelas I Surabaya Sohibur Rachman melalui Kasi Sarana Kerja Hamlana menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan salah satu inisiatif pembinaan yang sejalan dengan implementasi 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Salah satu fokusnya adalah mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur agar menjadi area produktif yang memberikan nilai tambah.
Baca Juga: 45 Napi Berisiko Tinggi di Jatim Dipindah ke Nusakambangan, Ada dari Lapas Porong Sidoarjo
Menurutnya, pemanfaatan lahan di lingkungan lapas tidak hanya bertujuan menghidupkan area yang sebelumnya tidak digunakan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus mampu memberikan manfaat nyata melalui pengembangan keterampilan warga binaan.
Pihaknya berharap program pembinaan kemandirian ini dapat memberikan kemampuan baru bagi seluruh peserta, termasuk napiter, sehingga memiliki bekal yang bisa dikembangkan setelah menyelesaikan masa pidana.
Salah seorang napiter berinisial Z mengaku senang mendapat kesempatan mempelajari budidaya anggrek. Selama ini, dia hanya mengenal tanaman tersebut ketika sudah berbunga.
"Biasanya saya hanya melihat anggrek ketika sudah berbunga. Senang rasanya bisa belajar sesuatu yang baru seperti ini dan bisa saya kembangkan nantinya," ujar Z, Minggu (8/11).



