Tak perlu jauh-jauh masyarakat Sidoarjo untuk menikmati wisata kuda tunggang. Fasilitas yang banyak digemari para anak-anak itu kini kembali muncul di Jalan Gading Fajar, Sidoarjo.
Hendrik Muchlison, Wartawan Radar Sidoarjo
Biasanya kelompok pemuda dengan membawa kuda itu akan mangkal di salah satu sudut Jalan Gading Fajar. Ada sekitar empat ekor kuda yang siap ditunggangi di lokasi itu.
Budi, salah satu pemuda yang menyewakan kuda itu mengungkapkan, biasanya mereka akan mulai mangkal mulai pukul 15.30, dan pulang sekitar pukul 22.30.
"Kalau hari libur, biasanya pagi juga," katanya.
Pria asal Desa Sumokali, Keacamatan Candi itu mengungkapkan, dalam sehari ada 100 lebih masyarakat yang menikmati kuda tunggang itu. Kebanyakan adalah anak-anak. Kadang bersama orang tuanya kalau anaknya tidak berani duduk sendiri.
Kuda itu akan berjalan menelusuri Jalan Gading Fajar. Selain merasakan duduk di punggung kuda, penunggang juga sekaligus bisa melihat-lihat dagangan PKL yang biasa mangkal di tempat itu.
Kuda akan tetap dipegangi seorang joki yang ikut berjalan. Tapi, jika pengunjung berani, joki juga berkenan untuk melepas kuda yang sudah jinak itu. Artinya dijoki sendiri oleh penunggangnya. "Tidak perlu takut kok," imbuhnya.
Soal tarif juga tergolong murah. Satu putaran hanya dipatok Rp 15-25 ribu. "Tergantung muatan. Kalau anak anak sendiri cukup Rp 15 ribu. Kalau sama ibu bisa Rp 25 ribu," tutur Budi.
Dia bersama rekan-rekannya itu sudah 2 tahun ini menyewakan kuda tunggang di lokasi itu. Dulunya, Budi penyewa kuda tunggang di kawasan wisata Gunung Bromo. Tapi karena ditempat itu lambat laun banyak penyewa kuda, ia memilih untuk pulang ke kampung halaman.
Tapi penghasilan Budi justru meningkat jika dibandingkan saat masih di Gunung Bromo. Dia sejak kecil memang sudah akrab dengan kuda. Ilmu itu diwariskan dari bapaknya yang juga penggemar kuda.
Biasanya, selain melayani kuda tunggang di Gading Fajar, Budi juga melayani sewa kuda tunggang secara mandiri. Itu biasanya digunakan dalam acara khitan atau karnaval. (*/vga) Editor : Vega Dwi Arista