Sidoarjo banyak menyimpan warisan sejarah peninggalan Kerajaan Majapahit. Di antaranya Candi Pari dan Candi Sumur yang terletak di Kelurahan Candi Pari, Kecamatan Porong. Usianya diperkirakan sudah mencapai 651 tahun.
Rizky Putri Pratimi, Wartawan Radar Sidoarjo
Hingga saat ini beberapa sisa-sisa kejayaan Candi Pari dan Candi Sumur masih bisa dilihat. Kedua candi ini berjarak sekitar 100 meter saja. Jika Candi Pari bisa dilihat dari tepi jalan. Sementara Candi Sumur letaknya sedikit "tersembunyi". Pelancong perlu jalan kaki sekitar 1 menit dari Candi Pari, lalu masuk ke area permukiman warga.
Di atas pintu masuk bangunan utama Candi Pari tertera tulisan 1293 Saka atau 1371 Masehi. Pada masa itu merupakan era Kerajaan Majapahit di bawah kepemimpinan Raja Hayam Wuruk.
Semin, penjaga Candi Pari mengatakan, dari struktur batu bata bangunan candi sudah dapat ditandai merupakan peninggalan Majapahit. Konon Candi Pari dan Candi Sumur merupakan simbol hilangnya sepasang suami istri Jaka Pandelengan dan Nyai Lara Walang Angin, yang giat bekerja di ladang.
Keduanya bisa membagikan hasil panen ke rakyat Majapahit yang kala itu dilanda paceklik. Namun, ketika Hayam Wuruk, raja Majapahit saat itu akan mengangkat mereka sebagai keluarga kerajaan, justru sang suami hilang di antara tumpukan padi. Dan istrinya hilang di dekat sumur.
Memasuki usia 651 tahun, nampak kondisi candi masih terawat dengan baik. Lingkungan sekitar candi sangat bersih. Semin sebagai penjaga candi, benar benar memperhatikan kebersihan di sana. Candi tersebut pernah dipugar tahun 1999.
"Sampai sekarang tetap kokoh, belum ada kerusakan," jelas pria 65 tahun itu.
Tidak jarang pula masyarakat kalangan tertentu melakukan ritual di sana. "Paling sering, malam Jumat legi. Paling banyak dari luar Kelurahan Candi Pari. Tapi masih dari Sidoarjo saja," ungkapnya.
Ia mengungkapkan, Candi Pari dan Sumur ini jadi salah satu destinasi wisata favorit. Mayoritas, pengunjungnya generasi muda yang ingin belajar budaya dan sejarah.
"Hampir tiap hari ada saja kunjungan anak sekolah untuk tugas dan edukasi sejarah peninggalan Kerajaan Majapahit,” ujar pria asli Wonogiri, Jawa Tengah itu.
Dari data Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) jumlah kunjungan wisatawan ke Candi Pari pada 2019 sebanyak 2.125 orang. Kemudian Candi Sumur 1.449 orang.
Lalu pada 2020 melonjak jadi 11.386 wisatawan ke Candi Pari dan 4.567 wisatawan ke Candi Sumur.
Kepala Disporapar Sidoarjo Djoko Supriyadi menegaskan, ketertarikan wisatawan berkunjung ke situs bersejarah meningkat. Pemkab juga sudah punya program city tour untuk pelajar dan umum. Menggunakan bus, berkeliling sejumlah lokasi. Candi Pari destinasi wajib dikunjungi.
"Sempat terkendala pandemi, Februari lalu sudah mulai lagi memberangkatkan wisatawan," tegasnya. (*/vga)
Editor : Vega Dwi Arista