Menjaga kebersihan sungai rupanya tidak hanya bisa mencegah banjir. Tetapi juga bisa membuat destinasi wisata baru. Seperti di Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin. Sungai Ketapang kini menjadi pilihan destinasi wisata masyarakat sekitar.
Annisa Firdausi, Wartawan Radar Sidoarjo
Dulunya, Sungai Ketapang tampak kumuh. Adanya sampah yang mengapung dan sempadan yang tidak terawat membuat warga yang melintas enggan menengok. Kini suasananya sudah berbalik 180 derajat. Warga yang melintas selalu menengok dan bahkan berhenti sejenak untuk menikmati suasana.
Pj Kades Ketapang Widia Helita mengatakan, sejak 2020 dirinya mulai mengajak warga untuk rutin membersihkan sungai. Setiap minggu dibersihkan. Kemudian sedikit demi sedikit diperbaiki.
Bahkan warga juga memberi nama. Yakni Califour Ketapang. Di sekitarnya juga diberi gazebo dan jogging track. "Ke depan akan ada kantin dan sarana hiburan anak-anak," ujarnya.
Untuk melengkapi nuansa alam, di sekitar lokasi juga akan ditanam tanaman obat keluarga (toga). Beragam kegiatan juga akan digelar untuk memperkenalkan destinasi wisata baru tersebut.
Selain menjadi destinasi wisata, perubahan sungai ternyata membawa banyak dampak positif bagi warga sekitar. Salah satunya, mampu meningkatkan perekonomian warga.
Camat Tanggulangin Sabino Mariano sangat mengapresiasi semangat warga. Mereka adalah warga yang terdampak semburan lumpur, namun masih semangat untuk menghidupkan lagi kampungnya.
"Mereka konsisten menjaga kebersihan sungai, bonusnya bisa membuka destinasi wisata baru," imbuhnya.
Ke depan akan ada warung-warung atau rumah makan yang bermunculan. Lahan parkir juga akan disediakan. Menurutnya, yang terpenting kebersihan selalu dijaga. Jangan sampai ketika ramai malah menyebabkan sungai dipenuhi sampah. "Tetap harus diberikan edukasi bahwa sungai bukan tempat sampah," tuturnya. (*/vga) Editor : Vega Dwi Arista