Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Duta Peduli HIV/Aids, Ingin Tingkatkan Kesadaran di Kalangan Remaja

Vega Dwi Arista • Minggu, 24 Oktober 2021 | 23:03 WIB
Duta Peduli HIV/Aids Sidoarjo 2018 Kristian Rizky
Duta Peduli HIV/Aids Sidoarjo 2018 Kristian Rizky
Kristian Rizky, Duta Peduli HIV/AIDS 2018

Edukasi tentang HIV/AIDS di kalangan remaja masih sulit dilakukan. Pembicaraan tentang pengetahuan seputar seks juga masih dianggap tabu. Duta Peduli HIV/AIDS 2018, Kristian Rizky pun ingin membuka pandangan masyarakat mengenai kedua hal yang berkaitan tersebut.

Annisa Firdausi, Wartawan Radar Sidoarjo

Kristian nyemplung ke dunia HIV/AIDS saat kelas 1 SMA. Dia mengaku diajak kakak kelas. Awalnya diajak berkegiatan bersama Paguyuban Remaja Peduli HIV/AIDS Sidoarjo (PARPAS). Kegiatannya selain sosialisasi juga ada penyuluhan.

Pria kelahiran Gunung Sitoli tersebut mengaku tidak takut. Dia sendiri tidak termakan stigma negatif tentang HIV/AIDS. "Sudah dapat penyuluhan tentang media penularannya, jadi ya tidak takut," katanya.

Selama menjadi Duta Peduli AIDS, Kristian juga mengajak masyarakat terutama remaja untuk menghapus stigma negatif tersebut. Bahkan dia juga berinteraksi langsung dengan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Seperti main game atau sekedar mengajak ngobrol.

Menurut remaja 19 tahun ini, pemuda Sidoarjo pada dasarnya tertarik ketika diberi penyuluhan tentang HIV/AIDS. Hal ini diakuinya bagus untuk bisa membuka kesadaran remaja tentang bahaya pergaulan bebas yang bisa membawa penyakit.

Kristian mengaku tugasnya saat ini masih banyak. Meski tak lagi mengemban amanah sebagai Duta Peduli HIV/AIDS, dia ingin membantu pemerintah mewujudkan three zero vision 2030. Yakni 0 kasus baru HIV/AIDS, 0 kematian karena Aids dan 0 diskriminasi.

Ketua Umum PARPAS itu juga mengaku bahwa saat ini dia membawa misi untuk menekan diskriminasi terhadap ODHA. "Kami ingin menjadikan ODHA dapat lebih diterima di masyarakat. Sehingga kesejahteraan hidup mereka terjamin," ujarnya.

Di dalam PARPAS sendiri, ada pelatihan untuk membawa diri di depan publik saat sosialisasi. Hal itu penting dilakukan agar materi dan penyampaiannya menarik. Sehingga para remaja dapat menyerap ilmu yang diberikan dengan baik.

Kristian menyebutkan, PARPAS dibentuk untuk menjadi perwakilan para remaja. Agar edukasi tentang seks bisa dibicarakan tanpa menjadikannya sebagai hal tabu lagi. Selain itu juga untuk meningkatkan kesadaran HIV/AIDS di kalangan remaja. (*/vga) Editor : Vega Dwi Arista
#Kalangan Remaja #PARPAS #Duta Peduli HIV/Aids