Salah satu jejak sejarah perjuangan kemerdekaan Bangsa Indonesia di Kabupaten Sidoarjo, masih terawat dengan baik. Di Wonoayu terdapat Tugu Peluru yang masih berdiri gagah. Tugu ini saksi bisu perjuangan tentara keamanan rakyat saat berperang melawan tentara Inggis di tahun 1945.
Rizky Putri/Wartawan Radar Sidoarjo
Warga yang melewati perempatan penghubung Kecamatan Wonoayu - Prambon bisa menikmati kegagahan Tugu Peluru. Saat lampu lalu lintas berubah merah, tugu ini akan jelas terlihat. Letak tugu ini strategis sebab persis berada di tikungan Pasar Wonoayu.
Tugu ini nampak mentereng. Dinamai Tugu Peluru memang berbentuk peluru yang berukuran raksasa. Tugu ini dihadirkan untuk menandai serta menghormati empat pahlawan pejuang kemerdekaan yang saat itu gugur melawan tentara Inggris.
Ahmad Zaki Yamani, pegiat sejarah Angkringan Pendopo Simo Angin-Angin menceritakan, dulu di tempat berdirinya Tugu Peluru, terjadi sebuah peristiwa pertempuran pada 24 Desember 1945 antara tentara keamanan rakyat dan tentara Inggris dalam hal ini divisi lima infranteri Hindia ball of fire yang sudah terkenal di perang dunia ke dua sebagai pasukan yang sangat unggul.
"Di Tugu Peluru Wonoayu terdapat empat tetenger gugurnya pahlawan tentara keamanan rakyat yaitu Kapten Herkamto, Letnan Satu Soemardono, Letnan Dua M. Said Ibenoe dan Pratu M. Ikhwan," ceritanya.
Mereka gugur saat berhadapan dengan pasukan Inggris dari resimen madras batalyon 1 yang berangkat dari arah timur Sidoarjo menuju Krian.
"Memang kita tidak menyangka saat itu tentara Inggris sampai di Wonoayu pada 24 Desember yang sebenarnya mereka sampai disini akibat perang Surabaya yang selesai pada tanggal 30 November 1945," jelas Zaki.
Tentara Inggris mencapai wilayah Sidoarjo pada 18 Desember 1945 yang saat itu mereka mendapatkan perintah untuk menyelamatkan seorang pilot yang bernama Davidson yang diperkirakan jatuh di sekitar wilayah tersebut.
Dua kompi berjalan diiringi kendaraan lapis baja dari wilayah timur Sidoarjo. Kedatangan tentara Inggris yang berjumlah 180 orang ini diketahui oleh pihak tentara keamanan rakyat kemudian dihadang di perempatan Wonoayu dan terjadilah pertemuan besar.
Maka itu Tugu Peluru menjadi saksi biksu peperangan antara tentara keamanan rakyat dan tentara Inggris yang berasal dari Batalyon 1 Madras. (*/opi)
Editor : Nofilawati Anisa