Maraknya pecinta gowes membuat mantan atlet road bike Jawa Timur, Kaswanto, ingin kembali terjun. Namun kondisi sudah tak memungkinkan. Meski begitu dia tak kehabisan cara. Semangat membara itu dia lampiaskan dengan gowes sepanjang 90 kilometer walau seorang diri.
LUKMAN AL FARISI/Wartawan Radar Sidoarjo
Kondisi jalan yang berlubang, menanjak dan menurun menjadi makanan Kaswanto setiap Minggu pagi. Walau kadang hanya sendiri, tidak mematahkan semangatnya bersepeda puluhan kilometer. Baginya kegiatan tersebut justru cara melepas rindu saat menjadi atlet dahulu.
"Setelah tidak menjadi atlet lagi, aktifitas saya hanya bekerja, selebihnya mengayuh sepeda mengingat masa-masa jaya," ujar peraih medali perunggu SEA Games ke-XXIII di Filipina itu.
Baginya, jarak 90 kilometer itu mampu ditempuhnya kurang dari dua jam. Memulai gowes pukul 05.00 dari alun-alun Sidoarjo, menuju Surabaya dan langsung ke Terminal Pandaan Pasuruan. Sampai di sana jam menunjukkan pukul 06.40.
"Karena kalau orang biasa butuh lebih dari dua jam, kalau sendiri bisa lebih cepat, tapi kadang juga ditemani satu orang teman," katanya.
Pria yang pernah memulai karir sebagai atlet road bike sejak 1994 itu mengaku, menyukai olahraga seperti bersepeda memiliki banyak manfaat. Selain membuat tubuhnya menjadi bugar, bersepeda juga bisa menjalin banyak pertemanan. Terlebih, sejak pendemi, wabah gowes semakin menjadi.
"Karena biasanya yang hobi-hobi saja, tapi sekarang kalau gowes dari anak kecil hingga orang tua banyak ikut-ikutan bersepeda," jelas pria 40 tahun itu. (*/nis)
Editor : Nofilawati Anisa