Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Kurda Jadi Percontohan Nasional, BPR Delta Artha Sidoarjo Siapkan Program Emas untuk UMKM

Diky Putra Sansiri • Jumat, 17 April 2026 | 16:00 WIB

INOVATIF: Direktur Utama BPR Delta Artha Perseroda Sofia Nurkrisnajati Atmaja (kanan) bersama Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo M Ainur Rahman. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
INOVATIF: Direktur Utama BPR Delta Artha Perseroda Sofia Nurkrisnajati Atmaja (kanan) bersama Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo M Ainur Rahman. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Melalui program Kurda (Kredit Usaha Rakyat Daerah), BPR Delta Artha Perseroda tidak hanya membantu permodalan pelaku UMKM, tetapi juga menjadi percontohan bagi Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di seluruh Indonesia.

Direktur Utama BPR Delta Artha Perseroda Sofia Nurkrisnajati Atmaja menegaskan, Kurda hadir untuk menjawab kebutuhan pelaku UMKM yang belum tersentuh program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari pemerintah pusat.

Baca Juga: Perkuat PAD, BPR Delta Artha Sidoarjo Alokasi Subsidi Bunga Kurda dan Kelola Gaji P3K

“Kurda ini salah satu produk percontohan. Harapannya bisa memberikan fasilitas kepada UMKM-UMKM yang belum mendapatkan KUR dari pusat,” ujar Sofia saat ditemui Radar Sidoarjo, Jumat (17/4).

Menurutnya, tidak semua pelaku usaha kecil mampu mengakses KUR. Karena itu, Kurda menjadi solusi alternatif yang lebih inklusif dan berbasis kebutuhan daerah.

Baca Juga: Wabup Dorong UMKM Sidoarjo Manfaatkan KURDA Bunga 2 Persen di BPR Delta Artha

“BPR-BPR harus punya Kurda, karena KUR pusat belum bisa menyentuh semua UMKM di daerah,” tegasnya.

Tak berhenti di situ, BPR Delta Artha juga tengah menyiapkan inovasi baru berupa produk berbasis emas serta sejumlah program lain yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Seluruh program tersebut diharapkan dapat terwujud melalui sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Baca Juga: Raperda Perubahan Bentuk Hukum BPR Delta Artha Difinalisasi Pemprov

“Nanti ke depan kami akan punya produk emas dan beberapa program lain yang butuh sinergi dengan Pemkab. Harapannya produk ini benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya saat menghadiri kegiatan kerja sama BPR/BPRS Perbamida dengan pemerintah daerah untuk pengembangan UMKM dan perekonomian.

Ia menambahkan, peran BPR tidak hanya mengejar keuntungan semata, tetapi juga memberikan kontribusi nyata yang langsung dirasakan masyarakat.

Baca Juga: BPR Delta Artha Tuntaskan Vaksinasi 5 Ribu Warga

“Selain dividen, kami ingin ada kontribusi lain yang langsung dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo M Ainur Rahman menyebut Rakernas Perbamida menjadi momentum penting untuk berbagi praktik terbaik antar-BPR dan BPRS se-Indonesia.

“Rakernas ini ajang untuk mengolaborasikan praktik baik dari seluruh daerah. Sidoarjo memberikan contoh melalui program Kurda,” katanya.

Ia berharap program tersebut dapat menginspirasi daerah lain sekaligus memperkuat keberpihakan pemerintah terhadap pelaku UMKM.

“Mudah-mudahan praktik baik ini bisa menular ke BPR lain, dan sebaliknya kita juga bisa mengadopsi inovasi dari daerah lain,” jelasnya.

Ainur menegaskan, sebagai lembaga milik pemerintah, BPR memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami punya tanggung jawab agar BPR ini berkembang dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian, khususnya bagi pelaku UMKM,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Ia menilai keberadaan BPR sangat strategis dalam memperluas akses pembiayaan yang lebih ramah bagi UMKM.

“BPR ini sering dipercaya menyalurkan pembiayaan yang lebih terjangkau. Kebutuhan UMKM masih besar, sehingga peran BPR sangat penting,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar daerah melalui Perbamida sebagai wadah berbagi pengetahuan dan peningkatan kapasitas.

“Melalui Perbamida, bisa terjadi sharing knowledge, pengembangan SDM, dan peningkatan profesionalisme BPR,” jelas Emil.

Sebagai tuan rumah Rakernas, Sidoarjo dinilai memiliki tata kelola BPR yang baik dan layak menjadi contoh nasional.

“Saya senang Sidoarjo menjadi tuan rumah. Ini menunjukkan BPR di sini memiliki tata kelola yang baik,” pungkasnya.

Melalui Kurda dan inovasi yang terus dikembangkan, BPR Delta Artha Sidoarjo diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan sekaligus mendorong UMKM naik kelas di tengah tantangan ekonomi saat ini. (dik/vga)

 

Editor : Vega Dwi Arista
#delta artha #Nasional #Percontohan #BPR #UMKM