RADAR SIDOARJO - Lonjakan harga plastik dalam beberapa pekan terakhir membuat pedagang kecil di Sidoarjo ngos-ngosan. Salah satunya dirasakan pedagang es degan di Jalan Raya Betro, Kecamatan Sedati. Mereka terpaksa bertahan tanpa menaikkan harga jual demi menjaga pelanggan. Meski harga plastik terus meroket
Salah satu pedagang, Yoyok, 48, mengaku kenaikan harga plastik mulai terasa sejak pasca Lebaran. Namun dalam tiga pekan terakhir, lonjakannya semakin tajam hingga menembus lebih dari 100 persen.
Baca Juga: Harga Plastik di Sidoarjo Meroket hingga 100 Persen Gegara Perang di Timur Tengah
“Sejak tiga minggu setelah Lebaran sudah terasa naiknya. Sekarang bahkan sudah lebih dari 100 persen. Mungkin juga terdampak situasi perang di Timur Tengah,” ujarnya, Selasa (14/4).
Kenaikan tersebut berdampak langsung pada biaya operasional. Harga plastik es yang sebelumnya Rp 4 ribu per bendel (isi 50 pcs) kini melonjak menjadi Rp 9 ribu atau naik sekitar 125 persen. Tas kresek kecil juga naik dari Rp 3 ribu menjadi Rp 5 ribu, sementara kresek es besar dari Rp 7 ribu menjadi Rp 10 ribu.
Baca Juga: Kebakaran Pabrik Plastik di Sukodono Sidoarjo, 3 Unit PMK Diterjunkan
Meski biaya terus membengkak, Yoyok memilih tidak menaikkan harga jual es degannya yang tetap dipatok Rp 6 ribu per bungkus. Keputusan itu diambil agar pelanggan tidak beralih ke pedagang lain.
“Kalau dinaikkan, takut pembeli berkurang. Jadi tetap dipertahankan harganya,” katanya.
Baca Juga: Pabrik Pengolahan Plastik di Sukodono Sidoarjo Terbakar, Empat Mobil Damkar Dikerahkan
Menurutnya, kenaikan harga plastik kali ini menjadi yang paling tinggi dibandingkan sebelumnya. Ia berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga, agar pelaku usaha kecil tidak semakin terbebani.
“Harapannya ada solusi supaya harga bisa turun seperti semula, karena ini sangat memberatkan pedagang kecil,” tandasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista