RADAR SIDOARJO - Kabar gembira datang dari Bandara Internasional Juanda. Kini Bandara Internasional Juanda di Sedati, Sidoarjo, melayani 36 rute penerbangan, baik domestik maupun internasional. Ada dua rute penerbangan baru mulai akhir Mei 2025.
"Saat ini kami sudah melayani 36 rute penerbangan, setelah dua rute baru resmi dibuka pada akhir Mei 2025, yaitu rute domestik dan internasional," kata General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, Minggu (1/6).
Menurut Tohir, dua rute yang baru saja dibuka ini adalah rute domestik, Surabaya-Tambolaka (PP) yang dilayani oleh maskapai NAM Air dan rute internasional Surabaya-Bangkok (Don Mueang) (PP) yang dilayani oleh maskapai Thai Lion Air.
Baca Juga: Bandara Juanda Sidoarjo Catat 217 Extra Flight selama Arus Mudik Lebaran, Kini Persiapkan Musim Haji
"Kedua rute ini masing-masing dilayani dengan frekuensi tiga kali dalam seminggu," imbuhnya.
Dua rute baru tersebut sudah bisa dipesan sejak akhir Mei 2025. Sehingga, yang awalnya hanya melayani 34 rute penerbangan, kini Bandara Internasional Juanda sudah melayani 36 rute penerbangan.
Diungkapkannya, 36 rute penerbangan itu terdiri dari 26 rute domestik dan 10 rute internasional. Adapun rute-rute penerbangan melalui Bandara Internasional Juanda, yaitu Cengkareng, Halimperdana Kusuma, Bali, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Samarinda, Pangkalan Bun, Palangkaraya, Lombok, Ambon, Manado, Batam, Berau, Kupang, Labuan Bajo, Pontianak, Tarakan, Kendari, Palu, Palembang, Sampit, Medan, Pekanbaru, Ternate dan Tambolaka.
Sedangkan, lanjutnya, 10 rute internasional yaitu Singapura, Kuala Lumpur, Hongkong, Brunei, Johor Baru, Penang, Guangzhou, Jeddah, Madinah dan Thailand.
"Kami berkomitmen memastikan kesiapan operasional dan pelayanan terbaik dalam menyambut rute-rute baru ini, dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa,” tegasnya.
Lanjut dia, penambahan rute ini merupakan bagian dari strategi bersama antara pengelola bandara dengan maskapai untuk mendorong geliat ekonomi dan memperkuat sektor pariwisata. (dik/gun)
Editor : Guntur Irianto