Sejak tahun 2013 lalu, Mukhlis menjajakan produknya dengan berkeliling sendiri. Kemudian menambah 10 orang karyawan untuk membantunya berjualan keliling.
Dulunya, Mukhils adalah seorang karyawan, namun ia memutuskan mandiri dengan meracik dan berjualan pentol sendiri. Cibiran Sarjana Pentol justru menjadi penyemangat Mukhlis untuk mengembangkan produknya.
Setelah tiga tahun berjalan, Mukhlis mulai melirik Indomaret dalam mengembangkan bisnisnya karena melihat toko tokonya yang ramai dan strategis.
"Lalu saya tanya mencari informasi untuk sewa tempat di teras Indomaret. Dan saya mencoba jualan di depan halaman atau teras tersebut, selama lima bulan ternyata laris. Sampai sekarang sudah dikenal sebagai brand yang sudah tersebar di beberapa wilayah Jawa Timur" ujar pria lulusan Sarjana Manajemen dari Universitas Islam Majapahit (UNIM).
Mukhlis tidak hanya memproduksi pentol, ia juga memproduksi tahu dan siomay yang tak kalah digemari. Setiap hari, ayah satu anak ini bisa memproduksi 3 sampai 4 ton pentol.
Kini, usahanya melaju pesat. Dibantu isteri dan seratus orang karyawan, Mukhlis memasarkan produknya di 50 hingga 60 toko Indomaret di Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Malang, Lamongan, dan Mojokerto.
"Pentol Kabul ini didominasi daging ayam dan daging sapi dan diracik dengan khusus sehingga rasanya sangat khas" kata Mukhlis.
Rasa yang lezat dan enak, dengan tekstur pentol tak terlalu kasar, dan dagingnya lebih terasa, menjadi keunggulan Pentol Kabul. Saos cocol terasa pas saat terpadu dengan Pentol Kabul. Berkat kerja keras dan pantang menyerahnya, perekonomian keluarga Mukhlis meningkat.
"Menjadi mitra UMKM di Indomaret membuat pundi pundi saya meningkat. Ditambah lagi kami bisa membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang,” imbuh Mukhlis.
Dia berharap, Pentol Kabul dapat berkembang ke Kota Jombang, dan seluruh kota Jawa Timur serta Jawa Tengah. Tak lupa Mukhlis berpesan kepada seluruh pelaku UMKM agar memiliki semangat yang tinggi, bekerja keras, pantang menyerah, disiplin dan jangan lupa untuk bersedekah, niscaya usahanya menjadi berhasil. (*/adv)
Editor : Vega Dwi Arista