Warung milik Sumayah warga Dusun Guyangan RT 16/RW 8, Desa Wonomlati, Kecamatan Krembung ini lebih tertata rapi. Awal Januari lalu, warung kelontong miliknya terpilih jadi salah satu prototipe program bedah warung dari Pemkab Sidoarjo.
Rizky Putri Pratimi, Wartawan Radar Sidoarjo
Kondisi warung itu kini lebih bersih. Produk yang dijual tertata rapi pada rak khusus. Konsumen lebih leluasa memilih sendiri barang yang diinginkan. Jika diperhatikan, konsepnya semi minimarket. Seperti yang dikehendaki oleh pemkab.
Dimana bedah warung ini dilakukan agar toko kecil mampu bertahan di tengah persaingan dengan minimarket yang tumbuh subur hingga pelosok desa.
Perempuan yang sudah 15 tahun membuka toko kelontong ini merasa bersyukur. Dengan tampilan baru tersebut, warungnya kini lebih ramai pembeli.
"Iya, pembeli jadi senang belanja di sini," katanya.
Selain bahagia karena warungnya dibedah, kebahagiaan Sumayah bertambah dengan hadirnya Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor ke tempatnya berjualan Rabu (9/2). Gus Muhdlor panggilan akrab bupati meninjau langsung hasil bedah warung yang menjadi program prioritasnya itu.
Menurutnya, sektor ekonomi mikro sangat penting dalam mendukung stabilitas ekonomi daerah. Oleh sebab itu keberadaan warung peracangan atau warung kelontong harus mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah.
"Usaha mikro bila tidak ada perhatian lebih dari pemerintah maka peluang survive hanya 5 persen. Oleh karenanya kami menaruh perhatian serius dengan menempatkan program ini masuk dalam program prioritas. Sektor usaha mikro harus didukung penuh agar bisa tumbuh dan berkembang," ujarnya.
Dia menjelaskan, konsep bedah warung ini menggandeng para pelaku usaha swalayan besar agar lebih peduli dengan pedagang kecil di sekitar mereka.
Ia menilai prototipe bedah warung di Desa Wonomlati bisa ditiru pelaku usaha lainnya. "Konsep ini sudah bagus. Semoga muncul Bu Sumayah lainnya, yang juga dibahagiakan. Warungnya dibedah," harapnya.
Selain itu, Muhdlor berpesan pada dinas terkait bisa membimbing maindset cara berjualan para pedagang kecil.
"Itu perlu dibangun. Misal keramahannya, bagaimana menservice pembeli yang baik," jelasnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tjarda mengatakan, bedah warung seperti ini, akan dilakukan pada dua ribu unit warung milik warga. 1.000 warung ikut Disperindag, 1.000 warung lagi di bawah naungan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro.
"Disperindag menangani warung perancangan. Kalau Dinas Koperasi lebih ke warung kuliner," katanya.
Tjarda telah memetakan ada 1.050 warung yang akan dibedah dalam kurun waktu tiga tahun. Sehingga per tahun ada 350 titik tersebar di seluruh kecamatan. Sementara itu untuk membedah warung ini, pemkab menggandeng sebanyak 18 swalayan. (*/vga) Editor : Vega Dwi Arista