Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Sulap 1.000 Toko Kelontong Jadi Seperti Minimarket

Vega Dwi Arista • Selasa, 21 September 2021 | 21:21 WIB
MODERN: Toko milik Ratnawati salah satu toko kelontong yang sudah mengusung konsep minimarket. (RIZKY PUTRI PRATIMI/RADAR SIDOARJO)
MODERN: Toko milik Ratnawati salah satu toko kelontong yang sudah mengusung konsep minimarket. (RIZKY PUTRI PRATIMI/RADAR SIDOARJO)
SIDOARJO - Masuk sebagai program prioritas meningkatkan perekonomian, pemkab melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo mulai mensosialisasikan program kemitraan bedah warung oleh toko swalayan pada camat dan perwakilan pengusaha, Senin (20/9).

Mewakili Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Sidoarjo Benny Airlangga Yogaswara menjelaskan bedah warung tradisional menjadi layaknya minimarket ini sebagai upaya pemulihan ekonomi dan mendorong investasi di daerah.

Dirinya menyebut, tumbuhnya swalayan salah satu dampak positif keterbukaan investasi modal yang didorong pemerintah. "Oleh karena itu muncul beberapa pasar modern di Sidoarjo," jelasnya.

Berdasarkan data Disperindag, saat ini ada 619 toko tersebar di Sidoarjo. Terdiri dari 594 minimarket, 14 supermarket, dua grosir dan tujuh pusat perbelanjaan.

Sebagaimana yang diatur dalam Perda Nomor 10 Tahun 2019 tentang Penataan Toko Swalayan di Kabupaten Sidoarjo bahwa pelaku usaha toko swalayan wajib melakukan kemitraan dengan UMKM/IKM. Dan sudah ada 1.141 UMKM/IKM bermitra dengan toko swalayan. "Jumlah ini diharapkan meningkat dan dapat diimplementasikan dengan program bedah warung," harap Benny.

Kepala Disperindag Sidoarjo, Tjarda menguraikan dalam perda tersebut pengusaha diajak berpartisipasi merealisasikan seribu bedah warung kemitraan dengan toko swalayan. "Paling tidak satu outlet bisa membantu satu toko tradisional. Branding sekaligus dibina penjualannya," katanya.

Bedah warung akan menjadi bagian Corporate Social Responsibility (CSR) dari pengusaha toko swalayan. "Jika selama ini CSR berupa sembako, kita arahkan turut andil menggerakkan ekonomi warung kelontong," katanya.

Tjarda menyebutkan pendampingan pada toko tradisional sebelumnya sudah dilakukan oleh salah satu perusahaan dan telah menyentuh ratusan toko binaan. "Konsepnya bagus. Penataan toko, hingga pemasarannya dibina. Kita berharap pengusaha serupa bisa berkontribusi lebih pada toko tradisional," harapnya.

Salah satunya Ratnawati. Pemilik toko kelontong di Jalan Raya Ahmad Yani ini sudah 7 tahun dibina oleh perusahaan yang dimaksud Tjarda tadi.

Dia menuturkan dengan konsep seperti minimarket, omzet penjualan di tokonya lebih baik. "Pengunjung semakin tertarik membeli lebih banyak barang. Karena mereka ambil sendiri, lebih leluasa memilih. Kita juga dibina penjualan online. Tidak hanya produk pabrikan saja, varian produk UMKM juga tersedia disini," pungkasnya. (rpp/nis) Editor : Vega Dwi Arista
#Minimarket #Disperindag Sidoarjo #Toko Kelontong