Masyarakat kini hidup dengan norma baru. Pengusaha pun demikian. Protokol kesehatan diterapkan di mana pun. Kapasitas dan daya tampung warga di fasilitas publik, dibatasi. Hal tersebut diakui juga oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sidoarjo.
"Jadinya sudah sangat terbiasa," kata Wakil Ketua Umum PHRI Sidoarjo Hartono Aji kepada Radar Sidoarjo.
Seperti pergantian tahun misalkan. Di momen ini, biasanya hotel dan restoran memberikan promo menarik dan diskon besar bagi konsumen. Tapi karena aktivitas di tahun baru kemarin sangat dibatasi, serangkaian rencana pun akhirnya urung digelar.
"Tahun baru harusnya waktu untuk panen. Hotel dan restoran sudah melakukan persiapan. Tapi dengan aturan baru karena pandemi, ya sudah terbiasa," tambahnya.
Ditambah lagi setelah tahun baru, mulai Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua pekan mulai Senin (11/1) hingga Senin (25/1), PHRI hanya bisa menjalankan perintah tersebut.
Aktivitas makan dan minum di restoran hanya berlaku 25 persen dari kapasitas. Mamin lebih dianjurkan untuk dibungkus atau take away.
Dengan kondisi pandemi Covid-19 ini, Hartono Aji menyatakan di tahun 2021 ini, PHRI akan selalu optimistis. "Masih akan merapatkan pinggang, namun kami optimistis," harapnya. (rpp/opi)
Editor : Nofilawati Anisa