Keberadaan pabrik tersebut akan mampu meningkatkan harga jagung para petani dari Rp 3.900 per kg dalam keadaan basah menjadi Rp 4.100 saat jagung dijual dalam keadaan kering. Pemkab Sidoarjo mendukung berdirinya pabrik semacam ini.
Pj. Bupati Sidoarjo Hudiyono menjelaskan diperkirakan bulan depan atau Februari sudah beroperasi. Kapasitasnya 100 ton per hari. Jagung yang dihasilkan dari petani Sidoarjo dapat ditampung di sini. Dengan begitu akan mampu meningkatkan perekonomian petani Sidoarjo. "Ini (keberadaan pabrik) akan mampu meningkatkan harga jagung di tingkat Jawa Timur maupun nasional," ucapnya.
Hudiyono berharap dengan berdirinya pabrik seperti ini dapat menjadi pertumbuhan ekonomi baru Sidoarjo. 500 tenaga kerja dapat terserap di pabrik ini. Bahkan tidak menutup kemungkinan jagung dari pabrik ini dapat diekspor ke daerah lain.
Sementara itu, Herison, penanggung jawab pembangunan pabrik mengatakan pabrik didirikan diatas lahan seluas 2,5 hektare. Pabriknya akan menampung jagung dari para petani Sidoarjo.
Diharapkan dengan berdirinya pabrik ini akan membantu perekonomian petani di Sidoarjo. Untuk itu dirinya berharap pabrik yang akan dikelolanya dapat secepatnya beroperasi. "Secepatnya dapat beroperasi, saya kira bulan dua (Februari 2021)," ucapnya.
Herison mengatakan rencana berdirinya pabrik pengeringan jagung di Sidoarjo sudah dimulai awal tahun 2016 lalu. Dipilihnya berdiri di Sidoarjo wilayah barat dikarenakan dekat dengan pabrik pembuatan pakan ternak. Pasalnya nantinya jagung yang ditampungnya akan dikirim ke perusahaan tersebut. (rpp/opi) Editor : Nofilawati Anisa