SIDOARJO - Seorang perawat yang berdomisili di Dusun Besuk, Desa Jabaran, Kecamatan Balongbendo, Anis Sa'diyah memiliki kisah inspiratif yang patut dicontoh.
Ibu satu anak itu memulai perjalanan karirnya sebagai perawat usai menyelesaikan pendidikan di sebuah kampus di Jombang. Sejak tahun 2017, dia bekerja di rumah sakit swasta di Semawut, Balongbendo, usai lulus kuliah pada 2016.
Menurutnya, menjadi perawat adalah pilihan hati. Ketulusan hatinya untuk membantu setiap orang yang membutuhkan, utamanya pasien dalam kondisi rentan membuatnya bangga dengan profesinya.
Bagi perempuan 30 tahun itu, menjadi perawat tidak hanya soal pekerjaan, tetapi panggilan untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
"Dampak positif yang saya rasakan adalah bisa membantu menyelamatkan nyawa pasien, dan ada rasa bangga serta puas ketika bisa membantu orang lain," tutur Anis, Selasa (24/12).
Meskipun begitu, dia juga mengakui bahwa ada tantangan dalam profesinya. Seperti waktu istirahat yang terbatas karena padatnya jadwal kerja.
"Rasanya bangga menyaksikan pasien sembuh dari sakitnya, dan bekerja sama dengan tim medis untuk menyelamatkan pasien," katanya.
Momen yang paling berkesan baginya adalah saat menerima penghargaan atau pengakuan dari pasien atau keluarga pasien.
Di balik kesibukannya sebagai perawat, dia juga seorang ibu dari seorang anak laki-laki yang berusia 3,5 tahun. Meskipun jarang berada di rumah karena bekerja jauh dari rumah, dia selalu berusaha membagi waktu dengan keluarga.
"Anak saya di Jombang sama ibu saya, jadi kadang pulang pergi Balongbendo ke Krian. Saya menentukan jadwal libur kerja untuk pulang dan mengajak anak jalan-jalan," jelasnya.
Seorang ibu kelahiran Jombang itu juga memiliki cita-cita untuk memiliki rumah sendiri. "Selama ini saya dan suami masih ngontrak. Semoga dengan usaha dan doa, cita-cita kami bisa terwujud," harapnya.
"Harapan saya bisa selalu berkumpul bersama keluarga, itu saja," tutupnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista