Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Cindy Marenta, Penyanyi Dangdut Asal Sidoarjo yang Ingin Jadi Dokter  

Diky Putra Sansiri • Rabu, 11 Desember 2024 | 00:14 WIB

 

Cindy Marenta  
Cindy Marenta  

SIDOARJO - Penyanyi dangdut asal Desa Bakalan Wringinpitu, Kecamatan Balongbendo, Cindy Marenta mempunyai semangat luar biasa. Di samping tampil dari panggung ke panggung, ia juga seorang pengusaha sukses di Sidoarjo

Cindy, nama panggung perempuan cantik itu kian melejit setelah ia bergabung dengan grup musik dangdut New Kendedes. Kecintaannya pada menyanyi sudah muncul sejak usia enam tahun.

Untuk mengembangkan bakat menyanyi, Cindy sudah mulai tampil dari panggung ke panggung desa di bumi Sidoarjo sejak usia tujuh tahun.

Perjuangan dalam meraih impiannya sebagai penyanyi dangdut profesional kian nampak cerah dengan diiringi kerja keras, pengorbanan dan semangat yang tinggi. Ia berhasil membuktikan bahwa mimpi bisa menjadi kenyataan.

Awalnya, perempuan berusia 29 tahun itu merupakan vokalis band ORENZ yang mengusung genre pop. Namun, seiring berjalannya waktu, ia beralih ke dangdut, sebuah genre musik yang menurutnya menawarkan peluang lebih besar.

"Dangdut yang bisa menghasilkan uang banyak, dan pada saat itu belum banyak penyanyi yang mengusung lagu pop yang diubah jadi musik dangdut," ujarnya dengan tersenyum.

Selain dikenal sebagai penyanyi, ia merupakan seorang putri dari komisaris Panorama Grub, selain itu juga terjun ke dunia bisnis sebagai Marketing Executive dan Owner dari CNE Grup.

"CNE itu singkatan dari Cindy dan Evi atau Epep kendang, karena saya menjalankan bisnis bersama adik saya, Evi, yang juga seorang pemusik wanita, dia pemain kendang wanita pertama di Indonesia. Kalau Panorama sudah berdiri sejak 2012 sampai sekarang," imbuhnya.

Menurut perempuan murah senyum itu, bisnis barbershop didirikan semenjak virus corona menyerang, semua usaha miliknya maupun job dangdut terdampak, hingga akhirnya muncul ide dari orang tuanya untuk mendirikan barber shop.

Lebih lanjut, CNE Grup mencakup berbagai usaha, mulai dari barbershop, coffee shop, fashion, hingga parfum. Mereka juga mengembangkan Panorama Residence, sebuah proyek properti yang menyediakan perumahan dan tanah kavling di kawasan Sidoarjo.

Kendati sibuk dengan bisnisnya, Cindy tetap aktif menyanyi. Ia saat ini tergabung dalam orkes dangdut New Kendedes, yang dikenal sebagai grup musik dangdut wanita satu-satunya di Indonesia.

Oleh karena itu, ia kini kerap tampil dari panggung ke panggung, bahkan luar kota hingga luar pulau. Menurutnya, musik bukan hanya hobi, tapi juga sumber penghasilan. Cindy berbagi pengalaman berkesan saat manggung di luar pulau.

"Salah satunya saat manggung ke Pulau Gili Genteng, menyeberangi lautan dengan kapal tongkang yang rasanya seperti hampir tidak selamat. Selain itu, menyebrangi Pantai Teluk Wondama di Papua harus naik speed boat dan menyeberangi Samudra Pasifik," jelasnya.

"Ternyata Samudra Pasifik besar banget, gimana rasa jantung deg-degan dan kita harus dua kali transit naik pesawat untuk menuju pulau tersebut. Lalu, pas nyanyi di Freeport sambil nonton gunung emas banyak," paparnya.

Tak hanya itu, ia juga pernah tampil di berbagai acara televisi lokal maupun internasional, serta melakukan perjalanan ke berbagai daerah, mulai dari Sabang hingga Merauke.

Meski kini sudah meraih sukses, ia memiliki cita-cita besar yang ingin diwujudkan. Yakni menjadi dokter, ia ingin memberikan pengobatan gratis untuk orang yang tidak mampu.

Ke depannya, perempuan kelahiran 26 Januari 1995 berharap, bisa terus mengembangkan usahanya, sambil membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi anak-anak muda yang berbakat.

"Harapan saya bisa terus memperluas usaha dan membuka lebih banyak peluang kerja," tutupnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Balongbendo #Dangdut #Semangat #dokter #penyanyi