SIDOARJO - Nur Sjamsuarini Pudji Astutik dikenal sebagai penulis dan penggerak literasi di Sidoarjo. Meskipun usia tidak lagi muda tetapi semangatnya untuk terus berkarya di dunia literasi tetap membara.
Sejak belasan tahun yang lalu, ibu dua anak tersebut sudah menunjukkan ketertarikannya dalam dunia menulis. Bermula dari hobinya mengirim surat dan meminta lagu di radio, rasa cintanya semakin tumbuh seiring berjalanya waktu.
Menginjak profesional, hobi menulis ternyata menjadi berkah dalam kariernya. Sebagai Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas MTS 4 Sidoarjo, ia berhasil menggabungkan hobi dengan tugas-tugasnya.
Dia mampu menghasilkan berbagai berbagai karya tulis, baik solo maupun antologi. Tercatat, 13 buku solo dan 75 buku antologi pernah ia ukir.
"Menulis bukan hanya tentang berkarya, tetapi juga tentang menjalin hubungan, menyebarkan inspirasi dan memperluas wawasan," ucapnya.
Pada Desember mendatang, tepatnya 21 hingga 22 Desember 2024, ia akan menghadiri launching buku rekor MURI. Buku yang ditulis oleh 1.500 penulis dari seluruh Indonesia itu berjudul "KARMINA."
"Ini menjadi bukti betapa semangat literasi di tanah air semakin tumbuh pesat," ujarnya.
Perempuan yang lahir tahun 1970 itu mengaku mengidolakan Much Khoiri. Puluhan karya dari Founder Komunitas Rumah Virus Literasi tersebut menjadi semangatnya dalam menulis.
"Dia sudah menulis 219 buku dengan 27 penulis, saya termotivasi untuk terus berkarya," tuturnya.
Sebagai penulis, Nur berharap, membaca dan menulis terus berkembang di kalangan anak muda. Sebab dari dua hal tersebut, anak muda dapat membangub negeri yang lebih baik.
"Semangat berliterasi harus terus hidup, agar kita bisa membangun negeri ini dengan pengetahuan dan pemikiran yang lebih luas," pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista