SIDOARJO - Dangdut menjadi musik yang banyak disukai oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Selain karena iramanya yang membuat orang bergoyang, dangdut juga merupakan genre musik asli Indonesia.
Di Sidoarjo terdapat sosok muda yang menghidupkan irama musik dengan penuh semangat itu. Dia adalah Nesta Juwita, seorang penyanyi dangdut asal Kecamatan Candi.
Nesya terlahir dari keluarga seniman musik. Membuat kecintaannya terhadap musik sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupannya.
"Keluarga saya memang berasal dari seniman musik, rasanya seperti talenta ini turun ke saya," ucapnya pada Radar Sidoarjo.
Sejak kecil, Nesta sudah menunjukkan ketertarikan terhadap dunia musik. Dia merasa musik bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sebagai tempat pelipur lara.
"Musik membuat hati saya tenang, terutama saat saya merasa stres, musik mampu menghilangkan kejenuhan dan memberikan kedamaian," ujarnya.
Salah satu figur yang sangat mempengaruhi perjalanannya adalah tantenya. Dia juga seorang penyanyi dangdut. Nesya belajar banyak dari sosoknya.
Perjalanan musik perempuan kelahiran 2002 itu dimulai sejak ia duduk di bangku SMP. Dia memulai debut pada tahun 2016. Meskipun masih muda, ia sudah mulai tampil di berbagai acara.
"Sejak 2016, saya sudah mulai manggung dari satu panggung ke panggung lainnya, bahkan saya sudah pergi ke luar kota," ungkapnya dengan bangga.
Kota-kota seperti Kediri, Malang, Jombang, Mojokerto, dan Surabaya menjadi saksi awal perjalanan karir Nesta. Pada saat itu ia hanya dibayar Rp 10 ribu per penampilannya.
Meskipun nominal tersebut terbilang kecil, dia tidak mempermasalahkannya. Karena kecintaannya terhadap musik lebih besar daripada sekadar uang.
Inspirasi terbesar Nesya datang dari idola dangdutnya. Yakni Lesti Kejora. Baginya, istri dari Rizky Billar itu sosok yang pantas untuk dianut.
"Saya sangat mengidolakan Lesti Kejora, ia adalah sosok yang anggun, pendiam, dan memiliki suara yang mewah, ia merupakan panutan dan motivasi bagi saya," ungkapnya.
Lesti Kejora bukan hanya menjadi contoh dalam hal penampilan, tetapi juga dalam kualitas vokal dan etika kerja.
"Saya masih ingin terus maju, belajar, dan menggali potensi saya agar bisa terus berkembang lagi," pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista