SIDOARJO - Kecintaan pada sebuah pekerjaan membuat seseorang akan betah menjalaninya. Seperti yang dialami oleh drg. Dewi Anggreani Bibi, Sp.KGA, sebagai dokter spesialis gigi anak Rumah Sakit Anwar Medika.
Menurutnya, meskipun dengan tantangan dan kesulitan yang dihadapi, namun dengan mencintai suatu pekerjaan maka menjalaninya akan terasa enjoy dan senang. Yang paling penting profesional.
Dalam menjalani peran sebagai dokter gigi anak tidaklah mudah. Butuh kesabaran, ketekunan dan ketelatenan dalam merawat gigi anak. Pasalnya, setiap anak mempunyai sikap yang berbeda-beda.
"Kita harus melakukan perawatan gigi anak sebaik mungkin. Karena setiap anak berbeda-beda, ada anak ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) juga yang harus kita rawat," ujar ibu tiga anak itu.
Meskipun begitu, dia mempunyai kepuasan dan kebahagiaan tersendiri jika dapat melakukan perawatan gigi ABK dengan baik. Pasalnya, tingkat kesulitannya berbeda dengan anak pada umumnya.
"Karena untuk ABK perawatannya berbeda, secara motorik dan sensorik ada keterbatasan. Namanya anak ada yang nangis, ada yang takut, kita harus melakukan perawatan psikisnya dulu, baru tindakan kedokteran," urainya.
Perilaku anak yang berbeda-beda membuat dirinya harus memahami karakter setiap anak. Dengan begitu, ia terkadang memberikan reward berupa pujian, stiker dan hadiah lainnya bagi anak yang mampu menyelesaikan perawatan gigi dengan baik.
"Terkadang yang datang pertama dan mampu perawatan dengan baik juga diberi reward, sehingga untuk kunjungan berikutnya mereka tidak takut dan tertarik untuk datang lagi," tambahnya.
Selain itu, perempuan 49 tahun tersebut mempunyai hobi berolahraga. Yakni gowes, traveling dan kuliner. Di setiap waktu luangnya, dia akan melakukan hal tersebut.
"Paling senang gowes bersama dengan teman-teman dokter gigi ke Porong paling jauh kalau tidak ke arah Trosobo," ungkapnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista