SIDOARJO - Devita Zahra Amanda tidak menyangka dapat berprestasi dalam dunia catur. Berawal mula pada waktu TK, ia diajak bermain catur oleh kakak kandungnya.
Pada waktu itu pula sang guru olahraga langsung menguji kemampuannya. Dan benar saja, ia mampu dan lihat dalam memainkan olahraga asal India itu.
"Dalam basic catur aku sudah paham, akhirnya sama pihak sekolah disuruh latihan terus buat ikut kompetisi namanya Kejurda dan Alhamdulillah saat itu juara satu serta lanjut ke Kejuaran Provinsi" ucapnya.
Dalam prosesnya sejak SD itu ia meraih banyak prestasi dari berbagai kejuaraan. Bahkan untuk lolos ke SMP, SMA dan kuliah ia mampu lolos dengan jalur prestasi catur.
Sebagai atlet dari kelompok perempuan, Devita merasa sangat besar peluangnya untuk meraih masa depan melalui dunia catur. Sebab, ia menganggap, olahraga bidak pion tersebut sangat identik dengan laki-laki.
Hanya saja tantangan terberatnya bilamana ia sedang merasa jenuh. Sehingga moodnya dalam bertanding kurang baik. Akan tetapi, ia selalu bersikeras untuk dapat menunjukkan performa yang baik.
Perempuan yang tinggal di Bluru tersebut berencana menyalurkan kemampuannya tersebut ke adik-adiknya di sekolah. Karena tak sedikit guru-gurunya yang meminta ia untuk mengajar catur di sekolahnya.
"Untuk atlet catur di seluruh Indonesia agar lebih tekun dan konsisten, jadilah teladan bagi generasi muda saat ini, dengan prestasi dan dedikasi kamu bisa menginspirasi orang lain," pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista