SIDOARJO - Menjadi seorang guru tidak disangka oleh Rheni Puspita Ratih. Dia sebelumnya merupakan wanita karir yang bekerja di beberapa perusahaan besar di Indonesia.
Perempuan kelahiran Maret 1988 itu pernah bekerja di Call Center Citilink Garuda Indonesia. Salah satu perusahaan maskapai besar.
Akan tetapi, dalam perjalanannya ia diminta oleh suaminya untuk menjadi guru. Pada 2014 ia menjadi guru Bahasa Inggris di SMK Persatuan Tulangan. Kemudian, sejak 2015 hingga sekarang ia menjadi guru di SDN Gelam 1 Kecamatan Candi.
Dia merasa senang menjadi guru.
"Karena saya adalah aktor yang akan membersamai para generasi penerus bangsa, sehingga saya turut andil pada proses pendidikan dalam membentuk para penerus bangsa," ucapnya pada Radar Sidoarjo, Jumat (21/6).
Dalam mengajar, Rheni menanamkan akan pentingnya literasi pada siswanya. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan berpikir yang lebih baik.
"Melalui membaca nyaring hal tersebut bisa membangun rasa mencintai literasi dan membangun kedekatan serta percaya diri bagi siswa," ungkapnya.
Dia berharap, semua anak Indonesia khususnya Sidoarjo mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak. Yang disesuaikan dengan minat dan bakat para siswa.
"Harapan di dunia pendidikan, semua anak mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan bakat minat siswa, sehingga bisa bermanfaat dan terarah di masa depan, hak pendidikan anak tanpa terkecuali minat dan bakat yang dimiliki para siswa," pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista