M Jumadi Ekotarnia, pembina sekaligus pimpinan PT Garda Ata Perkasa (GAP) mengatakan, bela diri merupakan hal yang sangat mutlak dimiliki seorang yang ingin menjadi petugas keamanan. Termasuk satuan pengamanan (satpam).
"Sehingga nantinya bisa menjalankan tugas pengamanan dengan maksimal. Menjadi pengaman yang profesional," ujarnya saat ditemui Radar Sidoarjo dalam kegiatan pengambilan sabuk.
Menurutnya, seorang pengaman minimal harus dapat menguasai bela diri taktis. Hal tersebut sangat penting untuk bertahan dalam kondisi terjepit sekalipun. Sejauh ini, pihaknya sudah berafiliasi dengan INKAI Provinsi Jawa Timur.
Tak hanya membina calon pengaman, Jumadi mengatakan pihaknya juga telah membina putra putri dari petugas pengaman yang bergabung dengan PT GAP untuk ikut serta berlatih. Fokusnya menjadi karateka muda yang berprestasi.
Sehingga nantinya dapat terpilih dan bergabung dalam Inkai Jatim Prestasi (IJP). Para karateka tersebut akan diambil dari tingkat ranting. "Sehingga nantinya mereka akan dikirim untuk menjadi atlet profesional ke depannya," bebernya.
Pembinaan yang dilakukan merupakan pembinaan di tempat. Sementara dojo-nya berafiliasi dengan PT Garda Ata Perkasa. Latihan sendiri dilakukan empat kali dalam sepekan. Dua hari khusus bagian calon sekuriti, dan dua hari sisanya latihan bagi karateka muda.
"Kebetulan kami juga menangani pengamanan di seluruh Jawa Timur dan Jawa Tengah. Nah, kami harus bergilir untuk melakukan pembinaan," jelasnya. (far/vga) Editor : Vega Dwi Arista